Tak Usah Khawatir, Penis Bengkok Sama Sekali tidak Terkait dengan Kanker
Karena sebagian pria mendapati penisnya bengkok ke kiri atau ke kanan saat ereksi. Kondisi penis bengkok ini terkadang membuat sebagian pria khawatir
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Penis adalah alat kelamin pria yang berfungsi sebagai saluran keluarnya air mani dan air seni (urin).
Penis tersusun atas 3 jenis jaringan erektil, yaitu satu korpus spongiosum dan dua korpora kavernosa, yang dilapisi oleh jaringan tunika albuginea.
Uretra terletak di korpus spongiosum.
Penis bengkok
Bahasan kita jali ini adalah penis bengkok.
Kenapa dibahas?
Karena sebagian pria mendapati penisnya bengkok ke kiri atau ke kanan saat ereksi.
Kondisi penis bengkok ini terkadang membuat sebagian pria khawatir kesehatan seksualnya ikut terganggu.
Berikut penjelasan lebih lanjut penyebab penis bengkok dan kapan perlu waspada.
Penyebab bengkok
Dilansir dari Harvard Health Publishing, penis bengkok ke kiri atau ke kanan saat ereksi sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan.
Dengan catatan, penis bengkok tidak disertai rasa nyeri dan tidak mengganggu aktivitas seksual.
Ada beberapa penyebab penis bengkok yang biasanya disertai rasa sakit dan mengganggu fungsi seksual, antara lain:
Cedera saat berhubungan seks
Jatuh dari kendaraan
Kecelakaan
Di luar kondisi tersebut, penis bengkok juga bisa menjadi gejala penyakit langka peyronie.
Melansir NHS, peyronie adalah penyakit yang membuat penis bengkok saat ereksi.
Masalah kesehatan pria ini jamak menyerang kaum Adam di atas usia 40 tahun.
Selain penis bengkok, gejala penyakit peyronie antara lain:
Ada penebalan atau benjolan keras di batang penis
Penis sakit saat ereksi
Bentuk penis terkadang seperti jam pasir,
Di beberapa kasus yang parah, peyronie membuat penderitanya mengalami kesulitan berhubungan seks dan menyebabkan disfungsi ereksi.
Penyebab penyakit peyronie kebanyakan berasal dari cedera saat berhubungan seks.
Baca juga: Hati-hati dengan Penis, Agar tetap Sehat, Harus Rajin Bersihkan dengan Cara Ini
Cara mengatasi
Penis bengkok yang tidak disertai rasa sakit atau tidak mengganggu hubungan seks umumnya tidak perlu diobati.
Sedangkan untuk penderita penyakit peyronie, masalah kesehatan ini bisa diatasi dengan terapi obat steroid.
Untuk kasus yang parah, cara mengatasi penis bengkok memerlukan operasi.
Operasi biasanya direkomendasikan sebagai opsi terakhir apabila penis bengkok sudah tidak merespons pengobatan.
Operasi atau tindakan bedah untuk meluruskan penis bengkok dilakukan sesuai penyebabnya.
Ada yang menghilangkan plak biang penis bengkok, menempelkan kulit atau jaringan untuk meluruskan penis, sampai menanamkan alat untuk meluruskan penis.
Jika Anda khawatir dengan penis bengkok bisa mengganggu fungsi seksual, konsultasikan ke dokter.
Penis bengkok umumnya bukan masalah kesehatan serius dan tidak terkait dengan kanker.
https://health.kompas.com/read/2021/03/15/200100268/penis-bengkok-normal-atau-tidak-
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/penisjpg.jpg)