Breaking News:

Berita Muaraenim

PETANI Karet Ini Bisa Bikin Pistol, 50 Pucuk Senjata Api Sudah Terjual, 'Saya Belajar Otodidak'

Karena mendapat pesanan, ia pun mulai mencoba membuat Senpira dengan bermodal pistol mainan.

Sripoku.com/Ardani Zuhri
Polres Muara Enim menggelar press release ungkap kasus.home industri Senpira di.Mapolres Muara Enim. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Karena tuntutan ekonomi, Sabtudin (45) warga Desa Dangku, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, nekat merakit dan menjual Senjata Api Rakitan (Senpira).

Bahkan sedikitnya ia sudah berhasil menjual 50 pucuk Senpira pesanan ke masyarakat.

"Saya buat Senpira berdasarkan pesanan dan secara otodidak," kata Sabtudin ayah lima anak ini.

Menurut Sabtudin yang sehari-harinya sebagai petani karet ini, mengatakan bahwa dirinya sehari-hari berprofesi sebagai petani karet tetapi hanya menyadap karet milik orang lain (paroan).

Dimana dari penghasilan sehari-hari dari menyadap karet sekitar hanya sekitar Rp 500 ribuan per minggu dan itu belum dibagi dengan pemilik kebun sehingga hanya menerima sekitar Rp 250 ribuan.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga ia nyambi menjadi pandai besi yang sehari-hari membuat parang dan pisau sesuai pesanan.

Dari modal sebagai pandai besi, lanjut Sabtudin, sekitar tahun 2014, ia mulai mendapat pesanan membuat Senpira jenis pistol enam silinder seharga Rp 2,5 juta per pucuk dan satu silinder Rp 500 ribu perpucuk untuk jasa pembuatan.

ilustrasi
Update 16 Maret 2021. (https://covid19.go.id/)

Karena mendapat pesanan, ia pun mulai mencoba membuat Senpira dengan bermodal pistol mainan.

Kemudian ia membuat replika pistol mainan satu persatu yang dijiplakan pada besi sebagai cetakan Senpira.

Halaman
123
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved