Berita Palembang
Demokrat Sumsel, 'Ketuk Pintu Langit' Upaya Selamatkan Partai dari Kubu Moeldoko
Doa bersama ini dilakukan untuk meneguhkan hati serta memberikan dukungan dan kesetiaan kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Yandi Triansyah
Demokrat Sumsel, 'Ketuk Pintu Langit' Upaya Selamatkan Partai dari Kubu Moeldoko
Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar doa bersama lintas agama untuk keselamatan Partai Demokrat di Kantor DPD Partai Demokrat Sumsel, Jl. Kol. H. Burlian No. 890 KM. 7,5 Palembang, Minggu (14/3/2021) malam.
Doa bersama dengan tema "Selamatkan Demokrasi, Selamatkan Demokrat" digelar dalam rangka menyikapi Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel The Hill and Resort, Sobolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (5/3/2021) lalu.
Doa bersama tidak hanya diikuti pengurus DPD PD Sumsel, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC, serta Fraksi Partai Demokrat Provinsi Sumsel dan Kota Palembang.
Hadir juga tokoh agama, lintas agama, intelektual, perguruan tinggi, dan tokoh masyarakat.
Bahkan hadir langsung Wakil Dewan Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Sarjan Tahir.
Demokrat Sumsel menggelar doa bersama mengetuk pintu langit setelah sebelumnya ikhtiar dengan geruduk Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia (RI) Perwakilan Sumsel.
Doa bersama ini dilakukan untuk meneguhkan hati serta memberikan dukungan dan kesetiaan kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Ya, karena ini tidak hanya mengganggu Demokrat namun juga tatanan demokrasi. Inilah yang harus kita selamatkan bersama,” ungkap Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sumsel, Ir H Ishak Mekki MM.
Mantan Wagub Sumsel ini terus menegaskan bahwa KLB di Sibolangit abal-abal atau inkonstitusional.
“Semua tahu apa yang dilakukan oleh sekelompok elit, mantan kader dan pecatan kader. Karena tidak sesuai dengan AD dan ART. Jadi yang datang itu bukan kader.
Kami mohon doa agar konflik Demokrat segera usai dan hasil KLB ditolak Kementerian Hukum dan HAM,” paparnya.
Anggota Fraksi Demokrat DPR RI ini menjelaskan gelaran doa bersama ini agar Partai Demokrat diselamatkan dari tangan-tangan yang ingin menghancurkan partai.
“Semua tahu sekarang ini Demokrat sedang diuji dengan adanya upaya paksa dari Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang akan menghancurkan Demokrat melalui KLB Deli Serdang. Bagi kami Demokrat di Sumsel tetap satu komando di bawah Ketum AHY," jelasnya.
Doa bersama tersebut juga merupakan upaya dari pengurus partai di Sumsel untuk mengetuk pintu langit agar PD di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono diselamatkan dari upaya pengambilalihan secara paksa oleh KSP Moeldoko.
Mantan Bupati OKI dua periode ini menyebut, dengan mengetuk pintu langit ini, pihaknya berharap PD diselamatkan dari kejahatan.
Selain itu, ia berharap PD diberi kejayaan dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang.
"Kami yakin ini sebagai ujian bagi Partai Demokrat untuk menjadi besar. Nantinya biar rakyat yang menilai siapa yang benar dan tentunya kami yakin bahwa Demokrat di bawah komando AHY akan besar," tegasnya.
Dirinya memastikan bahwa seluruh pengurus DPC dan DPD di Sumsel hingga tingkat ranting, satu komando tegak lurus di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.
"Semua tegak lurus solid di bawah kepemimpinan AHY," pungkasnya. (Abdul Hafiz)
Baca juga: Sebut Kubu Moeldoko Kehabisan Bahan, Sarjan Tahir : Mereka sudah Stres Nanti Teorinya Itu Adu Domba
Baca juga: Blak-blakan Jihan Diajak Ustaz Syam Taaruf : Kalau Serius Langsung Aja ke Papa
Baca juga: Jihan Kepergok Ibu Mertua saat Live TikTok, Istri Ustaz Syam tak Sadar, Ibunda Tulis Komentar