Breaking News:

Berita Muba

Sembunyi di Pondok, Pencuri Sawit di Muba Ini Diciduk Petugas: Kantongi Kecepek

Dalam perkara ini, satu pelaku berhasil ditangkap dan jadi tersangka, yakni Dewantara (25) dengan barang bukti sepucuk senpi laras panjang jenis kecep

Shutterstock
Ilustrasi senjata api. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Polsek Sungai Keruh resort Muba kembali mengungkap kasus kepemilikan Senjata Api (senpi) laras panjang ilegal.

Dalam perkara ini, satu pelaku berhasil ditangkap dan jadi tersangka, yakni Dewantara (25) dengan barang bukti sepucuk senpi laras panjang jenis kecepek.

Baca juga: Apa Itu Sastra Lisan Andai-andai, Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional Asal Muba

Baca juga: Berdiri Sejak 1983, Pemkab Muba Bakal Revitalisasi Pasar Inpres di Desa Karya Maju

Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya, SH, S.ik melalui Kapolsek Sungai Keruh Iptu Susilo, SH mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat tentang keberadaan salah satu pelaku pencurian buah sawit di salah satu perusahaan yang bersembunyi di pondok. 

"Kita langsung bergerak menuju salah satu pondok dan kita intai, tak butuh lama langsung kita sergap serta kita amankan. Saat digeledah kita temukan senpira laras panjang ilegal," kata Susilo, Sabtu, (13/03/2021). 

Ia melanjutkan, pelaku langsung digelandang ke Polsek Sungai Keruh untuk dimintai keterangannya. 

"Pelaku ini sudah mengakui bahwa senpira itu miliknya, dan saat ini dalam proses penyidikan. Dia juga turut melakukan pencurian buah sawit milik PT SMSE bersama langsung M Dan S yang masih DPO," katanya lagi. 

Baca juga: Muba Babel United Datangkan Pemain Arema FC, Pernah Perkuat Sriwijaya FC

Baca juga: FL Seorang PNS di Muba Miliki Pistol Revolver, Pasrah Dijemput Tim Srigala Pimpinan AKP Ali Rojikin

Selain senpira, satu kantong plastik warna putih yang didalamnya berisi empat butir peluru terbuat dari timah berbentuk lonjong, satu buah toples berwarna putih berisikan sendawa.

Satu buah botol sirup obat merk Deka Medika berwarna coklat berisikan KIP dan beberapa helai sabut kelapa.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan Senjata Api tanpa hak Dan pasal 363 ayat.1 ke 3 dan 4 KUHP. 

"Untuk proses perkaranya kita buat terpisah, pelaku akan dituntut penjara maksimal 20 tahun penjara," tutup Iptu Susilo.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved