Breaking News:

Berita Muba

Berdiri Sejak 1983, Pemkab Muba Bakal Revitalisasi Pasar Inpres di Desa Karya Maju

Pasar yang berada di tanah seluas 8.500 persegi ini bakal direvitalisasi menjadi pasar rakyat modern, dalam waktu dekat.

SRIPOKU.COM/FAJERI
Bupati Muba Dodi Reza Alex ketika berbicara pada salah satu pedagang di pasar inpres Desa Karya Maju. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Berdiri sejak 1983 silam, Pasar Inpres yang berada Desa Karya Maju Kecamatan Keluang, Muba bakal mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Muba.

Pasar yang berada di tanah seluas 8.500 persegi ini bakal direvitalisasi menjadi pasar rakyat modern, dalam waktu dekat.

Bupati Muba Dodi Reza Alex mengatakan, pasar Inpres yang berada di Kecamatan Keluang ini sudah waktunya untuk dilakukan revitalisi.

Baca juga: Muba Babel United Datangkan Pemain Arema FC, Pernah Perkuat Sriwijaya FC

Baca juga: FL Seorang PNS di Muba Miliki Pistol Revolver, Pasrah Dijemput Tim Srigala Pimpinan AKP Ali Rojikin

Melalui program revitalisasi dan pembangunan pasar rakyat tradisional, diyakini dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat pasca Pandemi COVID-19.

“Ya, tadi saya sudah melakukan peninjauan pasar inpres secara langsung. Banyak yang harus dilakukan pembenahan, oleh karena itu program revitalisi pasar bisa membuat pasar menjadi lebih modern dan membantu masyarakat sekitar yang ada di 6 desa,”kata Dodi, Jumat (12/3/21).

Menurutnya, pasar adalah pusat perputaran ekonomi masyarakat.

Banyak uang yang beredar di sana, di masa Pandemi COVID-19 ada program pemulihan ekonomi nasional, salah satunya bantuan untuk UMKM berupa bantuan permodalan dan bansos langsung serta program pembangunan sarana dan prasarana pusat perekonomian.

Baca juga: Oknum ASN di Pemkab Muba Asal Sekayu Simpan Revolver, Masyarakat Lapor Polisi

Baca juga: Sering Melotot saat Berpapasan, Pria di Keluang Muba Sumsel Ini Sekarat Digotong ke Rumah Sakit

"Pemkab Muba sudah memberikan bantuan-bantuan kepada pelaku usaha, seperti bantuan kios-kios yang representatif, kita juga berikan bentor supaya bisa layani masyarakat sampai ke pelosok. Karena pandemi ini membuat ekonomi terpuruk, maka salah satu pemulihan ekonomi ialah membantu pedagang,"ungkapnya.

Pasar di Desa Karya Maju yang sejak tahun 1983 sudah menjadi sentra ekonomi, melayani enam desa di Kecamatan Keluang.

“Mengenai kapan pelaksaannya kita lihat dari sistem penganggaran itu ada siklus, tapi jelas nanti ada beberapa opsi-opsi yang bisa pakai. Atau mungkin ada juga dana dari insentif daerah yang bisa dipakai, untuk pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Baca juga: Usai Divaksin Tahap Pertama, Kepala Kejari Muba: Efeknya Mengantuk dan Lapar

Baca juga: Muba Babel United Datangkan Eks Striker Timnas U-23, Perkuat Lini Depan Demi Liga 1

“Nanti kita jadikan pasar Karya Maju menjadi pasar modern, namun pengelola harus diperhatikan, dijaga sarana dan prasarananya nanti. Kalau pasar ramai didatangi masyarakat maka ekonomi akan tumbuh,”tambahnya.

Sementara itu, Camat Keluang, Deby Heryanto, menyebutkan sesuai permintaan masyarakat Desa Karya Maju, agar dukungan dari Pemkab Muba untuk segera dilakukan revitalisasi pasar tradisional disini.

"Besar harapan kiranya pasar segera dapat direvitalisasi, karena pasar tradisional Desa Karya Maju tidak hanya sebagai pusat perekonomian saja , namun ada enam desa yang melakukan transaksi jual beli. Pasar tradisional Desa Karya Maju berdiri sejak tahun 1983, di atas lahan dengan luas 8500 persegi, jumlah los 170, pedagang pelataran sebanyak 75, dan jumlah total sebanyak 245 pedagang,"ungkapnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved