Breaking News:

Berita Muratara

Pulang Kampung Diam-diam, 8 Guru Garis Depan di Muratara Kantongi SP1, Ini Penjelasan Disdik

Sayangnya tidak semua guru GGD memiliki sikap loyalitas yang tinggi dalam mengabdi, seperti yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT/IST
Guru Garis Depan (GGD) bersama siswanya menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah di Dusun Napal Maling, Desa Noman, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Guru Garis Depan (GGD) adalah aparatur sipil negara (ASN) yang mengabdi di daerah 3T atau daerah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia.

Kehadiran guru GGD di daerah 3T diharapkan dapat memberikan contoh yang baik terutama bagi murid maupun masyarakat di lingkungan sekolah.

Menjadi guru di daerah 3T tentu bukan hanya sebagai pengajar, tetapi dibutuhkan sikap loyalitas untuk dapat ditiru sehingga menjadi inspirasi dan teladan.

Baca juga: Bakal Rutin Nginap di Kantor Camat, Catat Waktunya Jika Ingin bertemu Bupati Muratara Langsung!

Baca juga: Dompeng Emas Dituding Warga Bikin Sungai Keruh, Bupati Muratara: Beri Kami Waktu

Sayangnya tidak semua guru GGD memiliki sikap loyalitas yang tinggi dalam mengabdi, seperti yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Dari 58 guru GGD di Bumi Beselang Serundingan, beberapa diantaranya sudah mendapatkan sanksi berupa surat peringatan pertama (SP 1) karena tidak disiplin.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara, Sukamto melalui Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Barbara Desbi Sinta menyebut sudah ada 8 guru GGD yang mendapat SP 1.

Mereka ketahuan tidak berada di tempat, sehingga diberikan SP 1 oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Muratara.

Baca juga: Cerita Unik Wartawan saat Vaksinasi Covid-19 di Muratara, Sempat Gugup Takut Jarum Suntik

Baca juga: Muratara, Musirawas & Lubuklinggau Bakal Alami Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Catat Waktunya

"Sesuai aturan, GGD harus berada di tempat ditugaskan, mereka ketahuan ada yang pulang kampung di luar Muratara tanpa pemberitahuan," kata Barbara dihubungi Minggu (14/3/2021).

Dia menyatakan, Dinas Pendidikan Muratara sudah memberikan pembinaan kepada para GGD supaya dapat bekerja lebih maksimal.

Guru GGD harus berada di tempat kerja dan tidak dibenarkan meninggalkan daerah tempat mereka mengajar.

"Kami mendapat informasi bahwa GGD itu ada yang pulang kampung, ada juga yang tidak berada di sekolah, tidak tahu kemana," katanya.

Barbara menegaskan, apabila GGD yang sudah mendapat SP 1 tersebut masih tidak berada di tempat kerja hingga akhir Maret ini, maka akan diberikan sanksi SP 2.

Baca juga: Banyak Mudarat, Masyarakat Minta Tutup Pesta Malam, Pemkab Muratara Bikin Kebijakan Larangan

Baca juga: Ketua Partai Demokrat Muratara Tegaskan Tak Pernah Tugaskan Kader Datangi KLB Demokrat di Sibolangit

"Perlu diingat, sanksi bukan hanya untuk GGD saja, juga berlaku untuk guru-guru lainnya, sebab mereka itu jam kerjanya selama enam hari selama satu minggu," tegasnya.

Untuk diketahui, 8 GGD yang sudah mendapat SP 1 antara lain GGD di SD Negeri Pulau Kidak, SD Negeri 1 Muara Kulam, SD Negeri 1 Pauh, SD Negeri 4 Pauh, SD Negeri Muara Kuis, SD Negeri Lubuk Kumbung, dan SD Negeri 3 Muara Kulam. (Rahmat/TS)

Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved