Kudeta Myanmar
Hari ini, Enam Demonstran Penentang Kudeta Militer Tewas Ditembaki Pasukan Myanmar
Sedikitnya enam demostran tewas dibunuh aparat keaman di Myanmar, hari ini (Sabtu, 13/03/2021)
Hari ini, Enam Demonstran Penentang Kudeta Militer Tewas Ditembaki Pasukan Myanmar
SRIPOKU.COM --- Sedikitnya enam demostran tewas dibunuh aparat keaman di Myanmar, hari ini (Sabtu, 13/03/2021)
Tiga orang tewas dan beberapa lainnya cedera ketika polisi menembaki diarahkan ke pengunjukras menggelar aksi protes sambil duduk di Kota Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.
Seperti dikutip KompasTV dari kantor berita Reuter, penembakan itu diarahkan ke demonstran aktivis melakukan memperingati kematian seorang siswa pada tahun 1988. Ketika itu memicu pemberontakan rakyat melawan pemerintah militer.
Berbagai kota di Myanmar dilanda rangkaian aksi sejak awal Februari 2021 lalu menentanng pemeintahan junta militer. Militer mengkudeta pemerintahan sipil dan menangkap tokoh pemimpin de facto Aung san Suu Kyi dan sejumlah tokoh politik.
Baca juga: Semakin Mencekam, Tiga Demonstran Tewas Ditembak di Kepala oleh Aparat Myanmar
Baca juga: Teriakan Terakhir Kyal Sin Angel Sebelum Kematian, Wanita Ditembak Kepala Oleh Polisi Demo Myanmar
Aksi militer (Tatmadaw) pimpinan Jenderal Senior Min Aung Hlaing, juga menangkap Presiden Win Wynt. Kemudian mengumumkan pemerintahan darurat selam setahun sejak kudeta 1 Februari lalu.
Dikabarkan seorang korban tewas di kota Pyay, dan dua lainnya tewas dalam tembakan polisi di ibukota komersial Yangon. Demikian dilaporkan media local.
"Pasukan keamanan awalnya menghentikan ambulans untuk mengevakuasi korban yang terluka, dan baru mengizinkan ambulans masuk setelah beberapa lama," kata pengunjuk rasa berusia 23 tahun di Pyay, seperti dilansir Kompas.tv, Sabtu malam.
"Pada saat mereka mengizinkannya, salah satu yang terluka menjadi kritis dan dia kemudian meninggal," katanya.
Aksi kekerasan paling berdarah yang itu terjadi, ketika para pemimpin Amerika Serikat, India, Australia dan Jepang, menyatakan bekerja sama memulihkan demokrasi di Myanmar.
Dalam rangkaian demonstrasi sejak awal Februari 2021 di Myanmar itu, sedikit 70 tewas, demikian kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.
Aksi kekerasan aparat keamanan Myanmar, tidak peduli atas kecaman internasional. Termasuk reaksi atas tewasnya seorang gadis beberapa waktu lalu. Angel, demikian perempuan muda yang menjadi ikon perlawanan pasca-kematiannya, memperoleh simpati rakyat Myanmar.
Sebelumnya diberitakan, dalam rekaman video peristiwa kekerasan di Myanmar, di antara puing-puing yang tersisa berserakan di sekitar kuburan, terdapat pisau cukur, sepatu bot karet, gaun bedah, sekop, dan sarung tangan plastik berlumuran darah.
Makam Angel telah diisi dengan semen, dengan lempengan abu-abu tebal sebagai pengganti bunga dan tribute.
Dilansir CNN.com, Angel yang bernama asli Ma Kyal Sin, tewas ditembak mati di kepala di kota Mandalay pada tanggal 3 Maret lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/maybnmanr.jpg)