Tips dan Trik Jitu Menenangkan Hati dan Pikiran Sesuai Ajaran Islam, Dijamin Ampuh, Begini Caranya!

Berikut Cara Islami untuk Menenangkan Hati kita yang sedang dalam keadaan gelisah sesuai Syariat Islam.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
Shutterstock
Ilustrasi Tips Redam Emosi 

SRIPOKU.COM - Amarah setiap manusia memang susah untuk terkendali, apalagi saat kita gelisah dan seakan keinginan kita susah untuk didapatkan pasti hati merasa tak tenang.

Bahkan terkadang kegelisahan hati membuat luapan Amarah yang tak tertahan ketika dipancing sedikit saja.

Apalagi merasa tak ada sama sekali yang mengerti apa yang sedang kita rasakan.

Perasaan ini sangat bahaya lho kalau didiamkan, apalagi sampai kegelisahan yang menciptakan amarah hingga orang sekitar ikut terseret kedalamnya.

Jangan sampai ya seperti itu, nah dalam artikel Sripoku.com kali ini, akan membahas secara islami, bagai mana menenangkan hati kita, dilansir dari channel youtube motivasi Islam.

Baca juga: Ini Amalan Doa yang Dianjurkan Syekh Ali Jaber, Hal Istimewa di Hari Jumat, Sumber Pahala Berlimpah!

Baca juga: Ini Amalan Doa yang Dianjurkan Rasulullah SAW di Hari Jumat serta 9 Keistimewaan Jumat Berkah

Baca juga: Sholat Jumat: 11 Amalan yang Bikin Cita-Citamu Dikabulkan, Mulai Adab, Baca Surat Alkahfi Hingga Doa

Berikut Cara Islami untuk Menenangkan Hati kita yang sedang dalam keadaan gelisah sesuai Syariat Islam menurut Syekh Ali Jaber..

1. Sabar

Hal pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam ketika menghadapi cobaan yang tiada henti adalah dengan meneguhkan jiwa dalam bingkai kesabaran.

Karena dengan kesabaran itulah seseorang akan lebih bisa menghadapi setiap masalah berat yang mendatanginya.

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah : 153).

Selain menenangkan jiwa, sabar juga dapat menstabilkan kacaunya akal pikiran akibat beratnya beban yang dihadapi.

Ujian yang Tuhan berikan kepada kita itu sebenarnya untuk menguji keimanan kita.

Jika kita sabar melewai cobaan dan ujian akan meningkatlah level iman kita.

Bukankan Allah itu menguji hamba-Nya sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Jika ujian itu datang padanya, berarti Allah yakin kita bisa melewatinya.

2. Adukanlah semua itu kepada Allah

Ketika seseorang menghadapi persoalan yang sangat berat, maka sudah pasti akan mencari sesuatu yang dapat dijadikan tempat mengadu dan mencurahkan isi hati yang telah menjadi beban baginya selama ini.

Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:

“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5).

Ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka akan meringankan beban berat yang kita derita. Kalo kita curhat sama teman, mukin malah akan membuka aib kita sendiri.

Rasulullah shalallahi alaihi wasallam ketika menghadapi berbagai persoalan pun, maka hal yang akan beliau lakukan adalah mengadu ujian tersebut kepada Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah tempat bergantung bagi setiap makhluk.

3. Positive thinking

Positive thinking atau berpikir positif, perkara tersebut sangatlah membantu kita untuk mengatasi rasa galau yang sedang kita rasa.

Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran dan beban yang ada dalam diri kita menjadi terobati karena adanya sikap bahwa segala yang maslah yang dihadapi, pastilah mempunyai jalan yang lebih baik dan jalan keluar yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala.

Akan selalu ada jalan jika kita percaya kalo Allah SWT akan menolong kita.

Baca juga: Mengenal Novia Giana Nurjanah, Calon Istrinya Ikbal Fauzi si Rendy Ikatan Cinta, Dokter Asli Bandung

Baca juga: Pria Baju Merah Tertangkap CCTV Ambil HP Driver Ojol yang Tengah Tertidur Pulas di Pinggir Jalan

Baca juga: 2 Peramal Turun Tangan, Nasib Cinta Nadya dan Kaesang Akhirnya Bakal tak Terduga: Ini Terlalu Cepat

Intinya, kita harus selalu berfikir positif sama Allah, jangan pernah suudzhon sama Sang pencipta. Ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam ayat berikut;

“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).

Ini janji Allah di dalam Alquran. Akan selallu ada kemudahan di setiap kesulitan.

4. Dzikrullah (Mengingat Allah)

Ini yang paling penting. Orang yang senantiasa mengingat Allah Ta’ala dalam segala hal yang dikerjakan.

Tentunya akan menjadikan nilai positif bagi dirinya, terutama dalam jiwanya.

Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang.

Sehingga rasa galau yang ada dalam diri bisa perlahan-perlahan dihilangkan.

Dan sudah merupakan janji Allah Ta’ala, bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketenteraman-ketenteraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya.

Satu hal yang harus diingat adalah, untuk dapat selalu mengingat Allah swt dan berhasil menghapus atau menangkal rasa gelisah, dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan dan atau hati saja.

Dzikir kepada Allah swt merupakan rangkaian aktivitas yang melibatkan segenap hati, lisan, dan juga perbuatan.

Tanpa bersatunya ketiga aspek tersebut, maka sulit pula atau bahkan tidak mungkin bagi hati kita untuk bersatu dengan Allah swt.

5. Salat

Salat yang merupakan ibadah paling utama bagi umat muslim juga merupakan salah satu sarana penangkal dan penawar berbagai macam penyakit hati yang bersarang di dalam dada manusia.

Jelas saja, sholat merupakan ibadah yang totalitas hanya mengingat kepada Allah swt, yang secara total juga hanya diisi dengan kalimat-kalimat dzikrullah, ayat-ayat Allah swt.

Sebagaimana firman-Nya:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (QS Ar-Ra’du 28).

Berbeda dengan orang-orang yang lalai kepada Allah, yang di mana jiwa-jiwa mereka hanya terisi dengan rasa kegelisahan, galau, serta kecemasan semata.

Tanpa ada sama sekali yang bisa menenangkan jiwa-Nya.

Tentunya, sesudah mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang selalu dekat kepada Allah Ta’ala.

Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah, serta mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala persoalan yang sedang dihadapi.

Maka dari itu, Janganlah galau, karena sesungguhnya Allah bersama kita.

Baca juga: Tutorial Memeriksa dan Mengetahui Nomor Virtual dari Kartu BPJS Kesehatan

Baca juga: Darwin Tertangkap Tangan Bawa Ekstasi di Depan Kafe, Langsung Digerebek Polres Lahat

Baca juga: Kerap Merasa Tidak Tenang Diteror Debt Collector atau Penagih Hutang ? Ini yang Harus Anda Lakukan

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved