Breaking News:

Covid 19

Vaksin Sinovac Tak Mempan Lawan Virus Corona Brasil, Covid-19 Varian Baru

Virus Corona asal China atau Covid-19 belum terselesaikan, tetapi muncul virus Corona baru di Inggris dan Brazil.

Editor: Sutrisman Dinah
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi virus corona (Covid-19). 

SRIPOKU.COM --- Virus Corona asal China atau Covid-19 belum terselesaikan, saat ini sudah muncul lagi virus Corona baru, mulai dari varian Corona di Inggris hingga varian baru asal Brasil.

Berkembangnya jenis virus Corona yang muncul menjadi perhatian kalangan para peneliti, dan melakukan penelitian apakah vaksin yang ada saat ini mampu menciptakan kekebalan terhadap virus baru ini.

Tim dari Universitas Sao Paulo, Fakultas Kedokteran Universitas Washington, dan sejumlah institusi yang melakukan penelitian di Brasil, menemukan inidikasi bahwa vaksin virus Corona yang digunakan saat ini Sinovac, ternyata tidak ampuh melawan virus di negara tersebut.

Baca juga:  Kampus Dibuka Juli 2021, Khusus Ujian Praktik dan Tugas Akhir

Baca juga: Dampak Positif Vaksinasi Covid-19 Belum Terlihat, Berjalan Dua Bulan, Positif Rate Masih Tinggi

Penelitian di Brasil ini mengambil sampel plasma dari delapan orang yang telah disuntik vaksin Sinovac. Hasil penelitian seperti dilaporkan dalam makalah penelitiannya, sampel plasma dari delapan orang yang divaksin dengan CoronaVac Sinovac itu ternyata gagal menetralkan garis keturunan P.1 atau 20J/501Y.V3.

"Hasil ini menunjukkan bahwa virus P.1 mungkin lolos dari antibodi penawar yang disebabkan oleh CoronaVac," kata gabungan peneliti dari Universitas Sao Paulo, Brasil dan Fakultas Kedokteran Universitas Washington.

Vaksin Sinovac digunakan dalam program vaksinasi massal di beberapa negara yaitu China, Brasil, Turki, termasuk Indonesia.

Meskipun penelitian menunjukkan infeksi ulang Covid-19 dapat terjadi pada individu yang divaksinasi, perlindungan yang diberikan Sinovac menunjukkan mekanisme lain dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Baca juga: Efektivitasnya Saingi Masker Medis, Masker Ini Bisa Netralisir Virus Covid-19 100 Persen

Para peneliti itu mengungkapkan, selain antibodi, Sinovac dapat berkontribusi mengurangi keparahan Covid-19. Kepala Eksekutif Yin Weidong mengatakan dalam program yang disiarkan oleh CGTN pada Kamis lalu bahwa Sinovac sepenuhnya mampu memenuhi kapasitas produksi untuk mengembangkan vaksin terhadap varian virus baru jika perlu.

Terkait hasil penelitian ini, Sinovac belum memberikan komentar. Belum diketahui apakah nantinya vaksin Sinovac bisa dikembangkan untuk mampu menciptakan kekebalan akan jenis baru virus Corona ini.

Sementara itu, epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono menjelaskan, ketidakmampuan sebuah vaksin menetralkan suatu virus bisa terjadi apabila varian ini sudah mendominasi di suatu negara.

"Virus P.1 yang ditemukan di Brasil, ternyata bisa menghindar dari sistem antibodi yang diprovokasi vaksin Sinovac. Vaksinasi bisa kurang bermanfaat, bila varian P.1 tersebut masuk dan mendominasi populasi SARS-CoV-2 yang beredar di Indonesia," kata Pandu di Jakarta, Minggu (07/03/2021).

Sampai sejauh ini memang belum ada laporan terkait masuknya varian Corona asal Brasil itu ke Indonesia. Namun Pandu tetap memberi saran kepada pemerintah untuk memperkuat sistem surveilans Tes-Lacak-Isolasi.

”Kalau distribusi masih sedikit pengaruhnya atau tidak besar. Jangan sampai deteksi terlambat sehingga varian ini mendominasi. Termasuk ke varian lain, seperti varian B.1.1.7 Inggris yang sudah mulai masuk di Indonesia," ujarnya.*****(tribun network/rin/dod)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved