Bangun Kereta Shinkansen Supercepat Pertama di Dunia, Ternyata Biayanya Bikin Jepang Menangis !

Tapi Tahukan Anda, Kereta api supercepat pertama di dunia dibangun oleh Jepang, yang dikenal dengan nama kereta Shinkansen.

Editor: Adrian Yunus

SRIPOKU.COM  -  Siapa yang tidak tahu dengan  transfortasi yang satu ini yakni kereta api.

Selain hemat pengunanya pun bisa bersantai di dalam kereta api itu.

Tapi Tahukan Anda, Kereta api supercepat pertama di dunia dibangun oleh Jepang, yang dikenal dengan nama kereta Shinkansen.

Berhasilnya Jepang membangun kereta Shinkasen membuatnya jadi pelopor era kereta api supercepat dunia.

Hal itu juga menjadi kebanggaan Jepang, menandai awal kebangkitan negara ini dari kebangkrutan pasca-Perang Dunia II sekaligus menjadi awal negara adidaya ekonomi.

Daftar Biaya dan Lokasi Stasiun Kereta Api yang Punya Jasa Tes Pemeriksaan GeNose C19

Gempa 7,1 Skala Richter Melanda Jepang, Kereta Api Terhenti dan Listrik Padam

Catat Agar Tak Ketinggalan, Ini Jadwal Perjalanan KRL dan Kereta Api Terbaru Selama 2021

Namun rupanya, pembangunan kereta api supercepat pertama di dunia ini memaksa Jepang menanggung utang menggunung.

Bahkan, desainer bersama dengan presiden perkeretaapian nasional mengundurkan diri dari jabatannya sebelum peresmian kerata Shinkasen.

Hideo Shima, merupakan seorang desainer dan sosok penggerak di belakang pembangunan kereta api supercepat pertama Jepang, yang disebut juga kereta peluru.

Pada awal 1960-an, sebagai kepala teknisi Perkeretaapian Nasional Jepang yang saat itu dikelola negara, ia membantu mendorong rencana rel kereta api berkecepatan tinggi baru yang menghubungkan Tokyo dan Osaka dengan melalui kerumitan birokrasi dan keraguan.

Para penumpang saat menaiki kereta api serelo tujuan Palembang-Lubuklinggau pada hari pertama operasi sejak masa pandemi Covid-19, Kamis (24/9/2020)
Para penumpang saat menaiki kereta api serelo tujuan Palembang-Lubuklinggau pada hari pertama operasi sejak masa pandemi Covid-19, Kamis (24/9/2020) (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA)

Pelaksanaan proyek mahal itu banyak dipertanyakan dan menjadi kontroversi, meski pada akhirnya berubah menjadi kebanggaan.

Mengutip phys.org, sebagian dari pembangunan sistem kereta api supercepat Jepang pertama dibiayai oleh pinjaman Bank Dunia senilai $ 80 juta.

"Pada tahun 1961, pinjaman dari Bank Dunia ke perkeretaapian nasional Jepang membantu mendanai salah satu proyek perkeretaapian yang paling maju secara teknis di dunia - jalur New Tokaido (proyek Shinkansen) antara Tokyo dan Osaka yang mengangkut kereta peluru terkenal," dikutip dari dokumen.worldbank.org.

Sementara melansir The New York Times, pembangunan sistem Shinkansen menyebabkan Perkeretaapian Nasional Jepang menanggung hutang yang sangat besar, sehingga pada tahun 1987 dipecah dan dijadikan pribadi.

Kereta Api
Kereta Api (https://cargo.kai.id/)

Para pengkritik sistem berpendapat bahwa banyak rute dibangun karena alasan prestise politik, dengan hanya sedikit memperhatikan apakah investasi tersebut masuk akal secara finansial.

Biaya jalur Shinkansen pertama juga membuat Shima kehilangan pekerjaannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved