Sekolah Tatap Muka Digelar Juli 2021, Ahli Epidemiologi Sumsel Ajukan Syarat: Tergantung Masyarakat
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, menyebut pembelajaran tatap muka mulai bisa dilakukan pada Juli 2021.
Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, menyebut pembelajaran tatap muka mulai bisa dilakukan pada Juli 2021.
Hal ini dikarenakan pada Juni mendatang vaksinasi untuk tenaga pendidik telah selesai.
Ahli Epidemiologi Universitas Sriwijaya, Iche Andriany Liberty, mengatakan jika nantinya pembukaan sekolah akan dilakukan harus menerapkan mekanisme persentase yang tatap muka harus dibatasi dengan protokol kesehatan yang ketat.
• Gara-gara Aki Mobil, Pria di Palembang Ini Dihukum 2 Tahun 2 Bulan Penjara. Saya Terima Yang Mulia
"Harus ada sinergisasi antara 3T dan vaksinasi karena pandemi ini adalah wabah yang bersifat global artinya dunia, setiap negara dan setiap provinsi.
Ini karena penularan virus tergantung dari mobilitas masyarakat," kata Iche, Kamis (25/2/2021).
Tak hanya itu, cakupan vaksinasi pun harus merata dan mencapai target di semua kabupaten dan kota tanpa terkecuali.
"Tujuannya agar dalam rencana pembukaan sekolah luring dapat berjalan sesuai dengan yang dipersyaratkan," jelas dia.
Iche menyebut, saat ini positivity rate Sumsel berada di angka 27,63 persen meskipun dari sisi kasus aktif memang sudah di bawah 10 persen. Hingga 24 Desember lalu, jumlah kasus positif Covid-19 di Sumsel sebanyak 15.542 kasus.
• Sebelum Suporter Minta, Sriwijaya FC Sudah Komunikasi dengan Pelatih Nil Maizar, Tinggal Hargo Bae
"Positivity rate masih jadi pekerjaan rumah. Kita berharap kasus menurun dibarengi dengan perbaikan parameter-parameternya eidemiologi lainnya juga," ujarnya.