Breaking News:

Terlilit Hutang, Sepasang Kekasih di Palembang Nekat Jual Motor Adik Ipar: Dihukum 2,2 Tahun

Akibatnya, ia dihukum oleh Majelis Hakim Hotnar Simarmata, S.H., M.H dengan hukuman 2 tahun 2 bulan, atas kasus penggelapan tersebut.

SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Sidang kasus penggelapan motor atas nama terdakwa Agung, di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Selasa (23/2/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seolah tak jera pernah menginap di penjara, Agung kembali mendekam di tahanan.

Pasalnya, Agung ditangkap lantaran terbukti melakukan penggelapan motor milik korban bernama Ahamd Syukri, yang tak lain adalah adik ipar terdakwa sendiri.

Agung tak sendiri, ia bersama kekasihnya Suryani (berkas terpisah).

Akibatnya, ia dihukum oleh Majelis Hakim Hotnar Simarmata, S.H., M.H dengan hukuman 2 tahun 2 bulan, atas penggelapan tersebut.

Baca juga: Sidang Perdana Janda Muda Larikan Uang Arisan Online, Saksi Sebut Lusi Belum Ganti Uang Para Korban

Baca juga: Skandal di Pengadilan, Anggota DPR RI Ungkap Suap Hakim Rp2 Milyar Terkait Kasus Korupsi

Hal tersebut dibacakan oleh majelis hakim dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri Palembang, Klas 1A Khusus Sumsel, Selasa (23/2/2021).

Dalam persidangan terungkap bahwa terdakwa Agung dengan sengaja secara bersama-sama dengan terdakwa Suryani nekat lakukan penggelapan sepeda motor milik korban bernama Ahmad Syukri yang tidak lain adalah adik ipar terdakwa sendiri.

Dalam petikan amar putusan majelis hakim diketuai Hotnar Simarmata SH MH bahwa perbuatan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan penggelapan.

"Sebagaiamana diatur dalam dakwaan pertama penuntut umum melanggar pasal 372 KUHPidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana," ujar majelis hakim.

Baca juga: Mulai Hari Ini Pengunjung Pengadilan Negeri Palembang Wajib Menitipkan Identitas Kepada Petugas Jaga

Baca juga: Pengadilan Tolak Gugatan Cerai Andin, Al Janji Beri Nafkah Batin, Trailer Ikatan Cinta 2 Februari

Hukuman pidana yang telah dijatuhkan tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Tomy Harison SH yang menuntut agar terdakwa dipidana penjara selama 2 tahun 6 bulan.

Disebutkan di dalam dakwaan, perbuatan terdakwa bersama Suryani yang merupakan sepasang kekasih ini telilit masalah hutang piutang dengan teman terdakwa bernama Ilham, saat itu Ilham hendak menagih sejumlah uang yang dipinjam terdakwa.

Dikarenakan tidak ada uang, untuk itulah terdakwa bersama Suyani meminjam sepeda motor Honda Beat F1 tahun 2014 warna hitam BG 6133 NQ milik korban Sukri yang tidak lain adalah adik ipar Suryani.

Setelah motor didapat terdakwa menjualnya kepada seseorang seharga Rp 1,9 juta yang mana uang tersebut selain digunakan membayar hutang, juga telah habis untuk membayar kontrakan dan kebutuhan sehari-hari terdakwa.

Penulis: Chairul Nisyah
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved