Breaking News:

Tahanan Rutan Pakjo Palembang Bunuh Diri

Kronologi Lengkap Tahanan Rutan Klas 1 Pakjo Palembang Bunuh Diri, 'Leher Terlilit Sarung'

"Tidak ada benturan atau pun tindak kekerasan yang ada di tubuh jenazah, mengarahnya bunuh diri," ujar Dokter Forensik RS Bhayangkara, dr Mansyur

SRIPOKU.COM/MAYA CITRA ROSA
Pemeriksaan napi yang bunuh diri di Rutan Klas 1 Pakjo Palembang di RS Bhayangkara Palembang, Senin (20/2/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berikut adalah kronologi tewasnya seorang tahanan laki-laki di Rutan Klas 1 Pakjo Palembang berinisial BS (28) dugaan percobaan gantung diri diperkirakan pukul 09.15 WIB, tempat di ruang pangkas rambut Rutan 1 Palembang, Sabtu (20/2/2021).

Kepala Rutan Klas 1 Pakjo, Mardan melalui humas mengatakan pada pukul 07.00 WIB petugas rutan melakukan penghitungan narapidana per kamar.

Diduga BS ada di Blok A kamar 3 dengan kondisi keadaan sehat, selesai petugas rutan melakukan penghitungan narapidana di kamar tersebut.

BS adalah pendamping Bimker bagian pangkas rambut maka dari itu dikeluarkan dari kamar sekitar pukul 07.15 WIB untuk mengurus pangkas rambut.

Kegiatan pagi itu untuk bersih-bersih di ruangan pangkas rambut sambil menunggu yang mau pangkas rambut.

Berselang waktu petugas keamanan memerintahkan pendamping keamanan untuk mengecek di ruangan pangkas rambut.

Curiga mengapa tidak ada kegiatan yang berlangsung di ruangan tersebut, kemudian petugas keamanan serta yang berjaga langsung menuju ke lokasi ruangan tersebut.

Saat membuka pintu menemukan sosok yang diduga BS telah tergantung, leher terlilit sarung di perkirakan pukul 09.15 WIB.

"Pada pukul 09.15 WIB pihak rutan langsung berkoordinasi dengan Polsek IB I dan Polrestabes Palembang dan Tim Identifikasi INAFIS.

Pada pukul 09 : 45 WIB TIM INAFIS dari Polrestabes datang dan langsung melakukan tindakan identifikasi terhadap napi," ujarnya.

Tim INAFIS Polrestabes Palembang menyatakan benar murni tindakan bunuh diri.

Dia juga mengatakan saat ini jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan pemeriksaan ulang oleh tim Forensik.

Dokter Forensik RS Bhayangkara, dr Mansyur mengatakan hasil pemeriksaan menyatakan bahwa ada indikasi mengarah ke bunuh diri.

"Tidak ada benturan atau pun tindak kekerasan yang ada di tubuh jenazah, mengarahnya bunuh diri," ujarnya.

Penulis: maya citra rosa
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved