Hujan Lebat dan Banjir
BMKG Peringatkan Banjir Tiga Hari ke Depan, LAPAN Prediksi Hujan Ekstrem
Curah hujan dengan intensitas tinggi berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan, demikian peringatan dari BMKG danLAPAN. .
SRIPOKU.COM --- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) memperingatkan bahwa potensi curah hujan lebat masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan. Termasuk ancaman banjir tetap menghantui warga Jakarta.
BMKG laporan prakiraan cuaca mingguan, Kamis kemarin, mencatat sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
BMKG menemukan peningkatan intensitas pergerakan massa udara dari Samudera Pasifik bagian barat menuju Indonesia. Selain itu, massa udara juga bergerak dari benua Asia ke Indonesia atau monsun Asia.
Baca juga: Jakarta Dikepung Banjir, Jalan Tol Terendam
Baca juga: Jalan Tol Ruas Cikampek-Palimanan Terendam Banjir, Hujan Lebat Masih Berlangsung
Pergerakan massa udara ini akan menurun pada 20-22 Februari 2021, dan memprakirakan intensitas hujan akan turun pada periode ini di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Sementara itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), memprediksi hujan ekstrem berpotensi banjir besar.
Dalam penjelasannya resminya, disebeutkan bahwa hujan ekstrem di Jakarta dan sekitarnya pada tanggal 19-20 Februari ini yang berpotensi menyebabkan banjir besar dan puncaknya akan terjadi Jumat hari ini.
Pada periode 19-20 Februari sore hari, hujan akan terbentuk di kawasan Bogor dan sekitarnya, menjalar ke utara menuju Jakarta. Peningkatan intensitas hujan akan kembali terjadi menjelang tengah malam pukul 23.00 WIB.
Baca juga: Korupsi Citra Satelit Picu Bencana Alam, Peta Permukaan Bumi Tidak Akurat
Peneliti Sains Atmosfer pada Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, LAPAN, Dr Erma Yulihastin mengatakan, hujan ekstrem diprediksi mencapai intensitas maksimum pada Jummat dinihari.
"Setelah itu, intensitas akan berkurang, namun hujan dalam skala meso atau luas akan persisten terjadi sepanjang hari hingga pukul 17.00 WIB di kawasan Jakarta dan sekitarnya," jelasnya dalam rilis resmi, Kamis kemarin.
Hujan ekstrem Jumat dini hari, dipengaruhi oleh penguatan CENS (Cross Equatorial Northerky Surge) dan angin utara di Laut Jawa yang bersifat sangat lembab.
Sementara itu, Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan bahwa segera memeriksa BPBD Jakarta setelah BMKG memprediksi hujan lebat sampai akhir pekan ini. Riza menyatakan, peringatan dini bencana harus dihadapi dengan tenang dan bijak.
Potensi hujan di wilayah Indonesia barat dan selatan akan kembali meningkat setelah itu. Faktor fenomena La Nina cukup berpengaruh pada potensi pembentukan awan. Ada potensi hujan sedang dan lebat terjadi sepekan ke depan sesuai permodelan BMKG.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat dan petir
1. Bengkulu
2. Sumatera Selatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/cuaca-ekstrem-di-palembang_20160127_190856.jpg)