Breaking News:

Picu Kekacauan Lingkungan

Bisa Picu 'Kekacauan Lingkungan'  Akibat Buang Tisu Basah ke Dalam Toilet

Hampir di setiap ada sarana umum ada pengumuman agar tidak mem­buang tisu ke dalam toilet.

esemag.com
Meski terlihat lebih bersih dan aman bagi tubuh, apalagi dalam kondisi pendemi seperti saat ini, tisu basah ternyata memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. 

SRIPOKU.COM—Hampir di setiap ada sarana umum ada pengumuman agar tidak mem­buang  tisu ke dalam toilet.

Namun, entah karena kebiasaan atau ketidakpedulian, masih saja banyak  mem­buang tisu apalagi tisu basah ke dalam toilet.

Kesannya meski terlihat lebih bersih dan aman bagi tu­buh, apalagi dalam kondisi pendemi seperti saat ini, tisu basah ternyata memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.

Menyadur Intisari-Online.com mengingatkan jika Anda terbiasa menggunakan tisu basah saat buang air besar atau kecil, mulai sekarang pastikan tidak membuangnya ke dalam toilet.

Sebab, ternyata tisu basah sangat berbahaya jika sudah masuk ke dalam saluran pembuangan.

Bahkan, saking berbahayanya, karena dianggap dapat memicu 'kekacauan lingkungan', tisu basah bersama dengan lemak rumah tangga sampai disebut monster.

Perusahaan air bahkan sampai menyerukan label baru pada tisu basah karena sudah sering menimbulkan kasus kekacauan lingkungan.

Para ahli mengatakan konsumen sedang disesatkan oleh kemasan pada tisu karena mereka tidak tahu dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh tisu basah.

Tidak seperti kertas toilet standar, tisu basah tidak larut, dan mengandung bahan-bahan yang tidak hancur seperti tissue berbasis kertas. Mirip dengan saat kita membuang plastik.

Akibatnya, perusahaan air menghabiskan sekitar 88 juta poundsterling (atau sekitar Rp1,4 triliun) dalam setahun untuk membersihkan 360.000 penyumbatan yang mendorong terbentuknya suatu tumpukan seperti lemak yang kerap disebut “fatbergs” atau “poobergs”.

Halaman
123
Editor: Salman Rasyidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved