Kudeta Militer Myanmar

Demonstran Minta Dukungan AS Sebagai Sekutu untuk Lawan Junta Militer Myanmar

Pekan kedua aksi demonstrasi menolak pemerintahan junta militer Myanmar terus membesar, kali ini menggelar aksi di Kedutaan Besar AS di Myanmar.

Editor: Sutrisman Dinah
Tribunnews.com
Aksi demontrasi yang digelar rakyat Myanmar terus membesar, mereka meneriakkan menolak pemerintah junta militer Myanmar, pasca-kudeta 1 Februari 2021. 

SRIPOKU.COM --- Pengunjujuk rasa menggelar aksi di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yangoon, kota terbesar di Myanmar. Warga Myanmar juga menggelar aksi di depan Kedubes China.

Memasuki pekan kedua pasca-kudeta militer Myanmar 1 Februari lalu, demonstran menyuarakan penolakan terhadap rejim junta militer Myanmar yang mengkudeta pemerintahan sipil dan menangkap Presiden Win Mynt.

Selain menangkap presiden, pasukan bersenjatan pimpinan Panglima Jenderal Senior Min Aung Hlaing, juga menangkap pimpinan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi (73). Tokoh perempuan ini dalam status tahanan rumah.

Baca juga: Industri Perhiasan Giok Myanmar Kena Sanksi AS, Militer Keluarkan Ancaman untuk Demonstran

Baca juga: Pertemuan Joko Widodo-PM Malaysia Bahas Kudeta Myanmar Sambil Makan Rendang

Pada akhir pekan kedua pasca-kudeta, beredar kabar bahwa militer Myanmar akan kembali menangkap aktivis anti-kudeta sejak Jumat kemarin.

Seperti diberitakan Tribunnews.com yang mengutip Channel News Asia, Sabtu (13/02/2021) melaporkan bahwa seorang dokter lokal yang populer di sebuah rumah sakit di Kota Pathein menjadi target penangkapan.

Akibat kabar tersebut, satu kelompok orang menyerbu rumah sakit dan meneriakkan doa Buddha untuk meminta perlindungan dari bahaya.

Menanggapi kedatangan kelompok tersebut, Than Min Htut mengatakan, hingga kini dirinya masih bebas beraktivitas.

Baca juga: Polisi Myanmar Berbalik Dukung Demonstran Penentang Kudeta Militer

Dia juga masih akan terus berpartisipasi dalam kampanye menentang kekuasaan junta militer.

Adapun jika nanti Than Min Htut memiliki masalah, dia pasti meminta bantuan pada warga.

"Jika saya memiliki masalah, saya akan meminta bantuan kalian," kata dokter Than Min Htut.

Lebih lanjut, hingga Sabtu (13/2/2021) massa aksi unjuk rasa menentang rezim militer baru Myanmar tercatat terus bertambah.

Orang-orang di Yangon pun masih mengabaikan larangan junta dan terus mengatur kelompok pengawas lingkungan yang memperingatkan tentang kabar penangkapan.

Mereka juga menyerukan pada seluruh warga untuk berkumpul di luar rumah, lalu memukul panci dan wajan.

Kegaduhan tersebut terus dilakukan di malam hari setelah kudeta pada Senin dua pekan lalu, karena dipercaya dapat mengusir kejahatan.

"Kami tidak tahu siapa yang akan dibawa, tetapi ketika kami mendengar seruan, kami keluar untuk bergabung dengan tetangga kami," kata Tin Zar, seorang penjaga toko di utara Yangon.

"Bahkan jika mereka menembak, kami tidak takut," lanjut dia.

Diketahui, sejak menahan Aung San Suu Kyi dan sekutu utamanya, militer telah melakukan banyak penangkapan terhadap pegawai negeri, dokter dan lainnya yang ikut bergabung dalam aksi.

Menurut laporan kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, lebih dari 320 orang telah ditangkap sejak kudeta pekan lalu.****

Sumber: aktivis-antikudeta-dikabarkan-akan-ditangkap-militer-myanmar-sekelompok-orang-serbu-rumah-sakit 

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved