Breaking News:

Berita Pagaralam

Mahasiswa PGRI Palembang Meninggal, Asma Kambuh saat Diksar di Gunung Dempo, Sempat Dirawat di RS

Aipda Andika Satria, berdasarkan hasil visum luar tidak ada tanda-tanda kalau yang bersangkutan mengalami tindak kekerasan saat diksar

SRIPOKU.COM/Rahmad Zilhakim
Gunung Dempo Pagaralam 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Salah satu mahasiswa Universitas PGRI Kota Palembang Muhammad Wiyoto (23), meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) dan Lanjutan Palaspa Universitas PGRI Palembang di Kampung IV Gunung Dempo Pagar Alam.

Warga Kelurahan Berlian Makmur Kabupaten Musi Banyuasin tersebut meninggal, Sabtu (6/2/2021) sekitar pukul 07.00 WIB kemarin.

Sebelum meninggal almarhum mengalami sesak nafas.

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Minggu (7/2/2021) menyebutkan, bahwa almarhum berangkat dari Palembang menuju ke Pagaralam bersama rekan-rekannya usai acara pembukaan diksar di Palembang pada 1 Februari 2021.

Rombongan diksar ini tiba di Pagar Alam  pada 2 Februari dan mulai melaksanakan kegiatan bersama 29 orang, yang 10 orang diantaranya adalah peserta diksar baru, dan 19 orang panitia.

Menurut Kapolsek Pagar Alam Selatan, Ipda Dian Rana Alip Praba Utama, didampingi  Kanit Intel Aipda Andika Satria mengatakan, pada Jumat malam (5/2/2021), yang bersangkutan bersama rekan peserta Diksar melakukan kegiatan yang telah dijadwalkan di salah satu lokasi Diksar.

Namun pada pukul 23.00 WIB, Wiyoto merasa sesak nafas dan langsung melaporkan ke panitia.

Pendaki Buruh Kayu Panjang Umur, Primadona di Gunung Dempo yang Diyakini Bisa Tangkal Santet

Bawa Turun Kayu Panjang Umur dari Puncak, 1 Pendaki Gunung Dempo Kesurupan, 10 Pendaki Diblacklist

11 Pendaki Diblacklist Selama 2 Tahun tak Boleh Mendaki Gunung Dempo Pagaralam, Ini Pelanggarannya!

Saat itu juga Wiyoto langsung mendapatkan pertolongan berupa alat semprot dan disuruh untuk beristirahat.

Namun, pada Sabtu (6/2/2021) sekitar pukul 03.00 WIB, Wiyoto kembali merasakan sesak, melihat kondisi itu panitia melaporkan ke Posko Balai Registarasi Gunung Merapi Dempo (Brigade) minta pertolongan kendaraan untuk membawa Wiyoto ke Rumah Sakit (RS) Besemah.

Setiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah Wiyoto mendapat perawatan intensif di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). 

"Namun tepat pukul 07.00 WIB, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit," ujarnya.

Dikatakan Kanit Intel Polsek Pagar Alam Selatan, Aipda Andika Satria, berdasarkan hasil visum luar tidak ada tanda-tanda kalau yang bersangkutan mengalami tindak kekerasan saat diksar.

"Hanya saja, berdasarkan keterangan para saksi bahwa yang bersangkutan memang ada riwayat penyakit asma," katanya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved