Breaking News:

Permintaan Kepala Sekolah di Palembang, Setelah Mendikbud Membatalkan UN

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1 tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional

handout
Seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) III OKU Timur saat mencuci tangan, sebelum melakukan pembelajaran tatap muka di tengah Pandemi beberapa waktu lalu 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud, Nadiem Makarim, mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1 tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Dalam surat tersebut disebutkan keputusan peniadaan ujian kelulusan tersebut sebagai upaya melindungi peserta didik dan tenaga pendidik dari peningkatan kasus Covid-19.

Kepala Sekolah SDN 1 Palembang Rahma, mengatakan, telah menerima surat edaran terkait penundaan UN dan menyambut baik keputusan yang mengutamakan keselamatan semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.

"Baru saja kami menerima surat edaran tersebut."

"Apalagi, di saat seperti ini, saya rasa ini keputusan yang baik," katanya, Kamis (4/2/2021).

Ujian Nasional Tahun Ini Dibatalkan, Berikut 8 Poin Surat Edaran Mendikbud Termasuk Pengganti UN

Meski UN tidak dilaksanakan untuk tahun ajaran ini, dia berharap Dinas Pendidikan mengeluarkan aturan agar pihak sekolah tetap diperbolehkan melaksanakan ujian mandiri dengan sistem daring.

Sementara, untuk mekanisme soal yang akan diujikan nantinya pihak sekolah dapat menyesuaikan dengan arahan Dinas Pendidikan yang dibagi ke beberapa sekolah di setiap kecamatan.

"Tujuannya untuk mengukur kemampuan siswa."

"Mereka pun ada usaha untuk lulus, mempersiapkan diri dan menjalani ujian mandiri dari sekolah," ujar Rahma.

Kepala SMPN 9 Palembang, Hastia, mengatakan, hingga kini belum menerima pemberitahuan maupun surat edaran terkait penundaan UN

"Belum ada petunjuk dari Dinas Pendidikan, kalau ada surat edaran tentu sudah kami sampaikan juga," kata Hastia.

Menurut Hastia, keputusan penundaan UN di masa pandemi, tentunya telah melalui pertimbangan yang matang.

Hal ini karena, dalam pengambilan keputusan pasti pemerintah pun memiliki dasar. 

"Sebelumnya UN pun hanya untuk pemetaan. Penentuan kelulusan siswa didasarkan pada hasil ujian lain seperti mid semester dan ujian semester." jelas dia.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved