kudeta AHY
Akhirnya Moeldoko Akui Lakukan Pertemuan di Hotel dan Rumahnya Terkait AHY Tapi Ia Ngaku Pasif
“Kisruh” partai Demokrat semakin menarik untuk dicermati kemana dan bagaimana arah dan perkembangannya kedepan.
Sebagai tuan rumah yang kedatangan tamu, Moeldoko mengaku hanya mendengar curhatan para tamunya itu.
Sebagai seorang mantan Panglima TNI, ia terbuka kepada siapapun yang ingin bertemu.
"Secara bergelombang mereka datang, berbondong-bondong, ya kita terima, konteksnya apa? ya saya tidak mengerti dari ngobrol-ngobrol itu biasanya diawali dari pertanian karena saya memang suka pertanian, berikutnya pada curhat tentang situasi yang dihadapi, ya gue dengerin aja gitu," kata Moeldoko.
Moeldoko menyarankan kepada AHY agar tidak baperan menjadi seorang pemimpin.
Selain itu, tidak mudah terombang-ambing dalam menghadapi setiap persoalan.
"Saran saya ya, menjadi seorang pemimpin harus seorang pemimpin yang kuat. jangan mudah baperan, jangan mudah terombang ambing dan seterusnya," kata dia.
Namanya diseret dalam kasus dugaan pihak yang akan mengkudeta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY), Mantan Panglima TNI beri klarifikasi.
Seolah menjadi tameng hidup, dengan tegas ia minta tak libatkan Presiden Jokowi dalam kasus itu.
Moeldoko pastikan ia sendiri yang akan bertanggung jawab akan tudingan tersebut,
Seperti diketahui, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko angkat bicara soal tudingan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) yang menyebut adanya gerakan untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat yang melibatkan pejabat tinggi Istana Presiden.
Moeldoko meminta agar pihak Partai Demokrat tidak dengan mudah menuding Istana.

Ia juga mengingatkan agar Demokrat tak mengganggu Presiden Joko Widodo.
"Jangan sedikit-sedikit Istana. Dalam hal ini saya mengingatkan, sekali lagi jangan sedikit-sedikit Istana dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini," kata Moeldoko melalui konferensi pers virtual, Senin (1/2/2021) malam.
Moeldoko menyebut bahwa Presiden Jokowi tak tahu menahu soal isu ini.
Oleh karena itu, persoalan ini menjadi urusan Moeldoko semata.