Breaking News:

Strategi Kemenparekraf Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Strategi Kemenparekraf mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing Dalam upaya pengembangan SDM yang unggul dan berdaya saing

Poltekpar Palembang
Sandiaga Uno 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Strategi Kemenparekraf mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing Dalam upaya pengembangan SDM yang unggul dan berdaya saing, Kemenparekraf/Baparekraf akan mewujudkannya lulusan unggul dan berdaya saing tersebut melalui tiga strategi yang tertuang dalam Renstra tahun 2020–2024.

Pertama, optimasi kelembagaan maupun kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kedua, meningkatkan sertifikasi kompetensi SDM pariwisata dan ekonomi kreatif, dan yang ketiga melakukan
penguatan komunitas dan kelembagaan pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Poltekpar kita ke depan harus dapat berkolaborasi dengan institusi pendidikan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif dan juga perusahaan terbaik dunia, terutama perusahaan berbasis digital yang selama ini mungkin terkoneksi
dengan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Termasuk kerja sama dengan desa- desa wisata, karena kita ingin membuka peluang usaha dan peluang kerja bagi masyarakat,” ujar Sandiaga, Senin (1/2/2021).

SBMPTNP 2021, SBMPTNP adalah Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Pariwisata Negeri yang berada di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yaitu pendaftaran dan seleksi yang dilakukan secara bersama dan terintegrasi antara Politeknik Pariwisata Bandung, Poltekpar Bali, Poltekpar Medan, Poltekpar Makassar, Poltekpar Palembang, dan Poltekpar Lombok.

Wakil Ketua SBMPTNP yang juga Ketua STP NHI Bandung, Faisal, menjelaskan,
proses pendaftaran dilakukan hanya satu kali secara bersama dan online yang dimulai pada 1 Februari sampai 27 Mei 2021.

Jumlah target penerimaan sebanyak 3.145 mahasiswa baru yang terdiri dari Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung sebanyak 650, Politeknik pariwisata Bali sebanyak 660, Politeknik Pariwisata Medan sebanyak 560, Politeknik pariwisata
Makassar sebanyak 650, Politeknik pariwisata Palembang sebanyak 300, dan Politeknik Pariwisata Lombok sebanyak 325.

Jurusan yang dibuka adalah perhotelan kepariwisataan dan perjalanan yang terdiri dari 47 program studi Diploma 3, Diploma 4, dan pascasarjana.

Melihat data dua tahun terakhir, minat anak muda Indonesia untuk bersekolah di Perguruan Tinggi Pariwisata di bawah Kemenparekraf/Baparekraf melalui jalur Penerimaan Bersama makin meningkat.

Halaman
12
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved