Status Pihak WhatsApp Mendadak Muncul, Ini Penjelasan dan Kenali Fitur-fitur Terbarunya!

Di status selanjutnya WhatsApp mengumumkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga privasi.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
kolase Kompas.com
WhatsApp Mendadak Muncul 

SRIPOKU.COM - Baru-baru ini para pengguna sedang dihebohkan dengan kemunculan status baru resmi pihak WhatsApp.

Status dari WhatsApp ini keluar setelah WhatsApp sebelumnya mengatakan dalam blog resminya akan berupaya menjernihkan informasi yang salah terkait kebijakan privasi baru miliknya.

Tim Sripoku.com juga mendapati pembaruan status yang dikirimkan oleh WhatsApp.

Adapun isi status pertama WhatsApp tersebut diawali dengan pemberitahuan bahwa WhatsApp akan membagikan informasi kepada publik jika terdapat fitur baru pada aplikasinya.

"WhatsApp sekarang membagikan informasi di Status.

Di sini Anda dapat mengetahui informasi dan fitur baru," tulis WhatsApp pada status pertamanya.

Pada status selanjutnya WhatsApp mengumumkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga privasi.

Baca juga: Target Hafal 30 Juz, M Ilham Wahyudi Bercita-cita Ingin Jadi TNI

"Satu hal yang tidak baru adalah komitmen kami terhadap privasi Anda. WhatsApp.com/privacy," ujarnya pada status selanjutnya.

Status ketiga WhatsApp menjelaskan bahwa ia tak dapat mendengarkan atau "menguping" percakapan pengguna WhatsApp.

"WhatsApp tidak dapat membaca atau mendengarkan percakapan pribadi Anda karena percakapan tersebut terenkripsi secara end-to-end. WhatsApp.com/privacy," tulisnya pada status yang ketiga.

"Nantikan informasi terbaru lainnya dari kami," tulis status terakhir WhatsApp.

Banyak warganet bertanya tanya apa maksud dari status yang dimaksud tersebut.

Yang pasti, pihak WhatsApp nantinya akan membertikan informasi melalui status pengguna WhatsApp.

Sama hal nya dengan berteman dengan pihak WhatsApp namun disini mereka hanya memberikan informasi terbaru dari aplikasi tentang whatsApp bukan untuk melihat status para pengguna ya! jadi tenang.

Kebijakan privasi baru yang akan diterapkan Whatsapp sudah mengalami penundaan hingga tiga bulan mendatang.

Keputusan ini diambil karena WhatsApp ingin lebih mengenal tentang kebijakan tersebut kepada para penggunanya.

Akibat kontroversial ini, jutaan pengguna WhatsApp dikabarkan eksodus ke aplikasi chat lain, seperti Telegram, Signal, hingga BiP aplikasi pesan asal Turki yang tengah primadona di Indonesia.

Nah diketahui sebelumnya, sebagain orang pasti banyak menggunakan aplikasi Whatsapp.

Kini, semakin lama aplikasi WhatsApp tampaknya berkembang semakin pesat.

Aplikasi layanan WhatsApp terus memperbaruhi persyaratan layanan dan kebijakan privasinya.

Namun ada kabar terbaru untuk para pengguna Whatsapp.

Yang aplikasi Whatsapp akan memberikan persyaratan baru untuk soal data.

Data para pengguna WhatsApp akan diteruskan ke Facebook dan hal ini wajib disetujui kalau ingin tetap bisa menggunakan WhatsApp.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh pengguna? Ada tiga opsi yang disediakan WhatsApp untuk para penggunanya terkait kebijakan baru ini, yakni setuju (agree), menunda (not now), atau hapus akun.

pabila setuju, pengguna bisa langsung mengklik tombol berwarna hijau di pojok kanan bawah bertuliskan "setuju/agree".

Konsekuensinya, pengguna menyetujui seluruh perubahan kebijakan layanan dan privasi baru WhatsApp ini, termasuk memberikan izin kepada WhatsApp untuk memberikan informasinya kepada Facebook.

"Informasi yang dibagikan ke Facebook termasuk informasi registrasi akun pengguna (berikut nomor telepon), data transaksi, informasi terkait layanan, informasi interaksi Anda dengan orang lain," tulis WhatsApp dalam sebuah laman di situsnya.

Baca juga: Pengusaha Kebun Sawit Asal India Nikahi Wanita Lubuklinggau, Permudah Urusan Bisnis dan Perizinan

Melansir Kompas Tekno, saat kita menekan kata 'Agree', maka WhatsApp tidak menampilkan lanjutan dan berjalan seperti biasa.

Namun hal ini diduga bahwa WhatsApp sudah memperoleh persetujuan dan akan meneruskan ke Facebook.

Nah, saat kita menekan tombol 'Not Now' Langkah ini pun tidak memunculkan notifikasi lanjutan, sementara WhatsApp pun tetap bisa dipakai seperti biasa.

Mungkin di kemudian waktu pengguna akan kembali diingatkan untuk menentukan pilihan.

Sebab, menyetujui ketentuan privasi baru -termasuk meneruskan data ke Facebook- merupakan syarat mutlak agar pengguna bisa terus memakai WhatsApp.

Ketentuan baru WhatsApp akan berlaku efektif pada 8 Februari 2021. Setelah tanggal tersebut, boleh jadi pengguna yang tidak atau belum menyetujui ketentuan baru WhatsApp tak akan bisa lagi memakai aplikasi itu. Dengan kata lain, pengguna "dipaksa" untuk setuju.

Pilihan lainnya adalah menghapus akun dan tidak menggunakan WhatsApp lagi.

Dalam notifikasinya, WhatsApp menyarankan pengguna mengunjungi Help Center untuk melakukan hal ini.

Baca juga: BWF World Tour Finals 2020 - Ganda Putri Indonesia Tumbang, Susul Anthony Ginting Tereliminasi

Lalu apa saja data pengguna WhatsApp yang akan diteruskan kepada Facebook? berikut ulasannya dirangkum dari Kompas.com.

1. Identifier

Ini pada dasarnya merupakan informasi akun yang disediakan pengguna ketika pertama kali mendaftar di aplikasi WhatsApp, termasuk nomor telepon, nama profil, foto profil, dan status.

Ada juga informasi perangkat seluler serta alamat IP yang digunakan pengguna.

2. Usage data

informasi yang didapat dari kategori ini meliputi berapa lama pengguna menggunakan WhatsApp, atau pada jam berapa, untuk tujuan apa. Apakah untuk melakukan panggilan atau chat, berapa pesan yang pengguna kirim, dan lainnya.

3. Purchases

ini mungkin berkaitan dengan data terkait pembelian apapun yang pengguna lakukan via WhatsApp. Baru-baru ini, WhatsApp diketahui meluncurkan fitur pasar digital untuk membantu orang membeli barang melalui aplikasinya.

4. Location

informasi terkait dimana pengguna berada. Sebagai informasi, informasi lokasi yang dikumpulkan WhatsApp hanya berupa gambaran kasar yang tidak terlalu akurat.

5. User Content

pesan WhatsApp sebenarnya sudah dilengkapi dengan enkripsi end-to-end sehingga pihak lain bahkan pihak WhatsApp sendiri tidak dapat mengaksesnya untuk tujuan periklanan atau analitik.

Karena itu, jenis konten pengguna sebagaimana dimaksud dengan "user content" ini kemungkinan adalah wallpaper yang dipakai.

6. Diagnostics

data yang dikumpulkan WhatsApp terkait kondisi lalu lintas jaringan di aplikasinya.

7. Contact Info

semua kontak yang ada di ponsel pengguna.

8. Financial Info

WhatsApp mengumpulkan detail informasi pembayaran, seperti saat pengguna menggunakan WhatsApp Pay.

Namun kenali dulu aturan Whatsapp jika kita setuju untuk kebijakan baru ini.

1. Tidak ada iklan

WhatsApp mengklaim masih menahan diri tidak memasang iklan yang mengganggu di aplikasinya, bahkan mengklaim tidak berniat untuk menampilkannya.

Tetapi WhatsApp mengatakan jika dimuncukan iklan, pihaknya akan memperbarui lagi aturan privasinya.

Artinya, pengguna tidak akan tahu kapan iklan yang mengganggu itu muncul.

2. Data yang disimpan WhatsApp dan tempat penyimpanannya

Aturan baru tersebut menyebutkan meskipun pengguna tidak menggunakan fitur lokasi, tetapi WhatsApp tetap bisa mengetahui alamat IP dan informasi lain, seperti kode area nomor telepon untuk memperkirakan lokasi pengguna secara umum.

WhatsApp juga akan menggunakan pusat data global Facebook, termasuk yang ada di Amerika Serikat, untuk menyimpan semua data yang dikumpulkannya.

Poin ini juga tidak ada dalam aturan privasi sebelumnya.

3. Menghapus akun WhatsApp data tetap tersimpan

Meskipun pengguna menghapus akun WhatsApp miliknya, bukan berarti data yang disimpan akan terhapus.

Pengguna harus mempelajari lebih lanjut untuk menghapus data ketika menghapus akun WhatsApp.

4. Hati-hati saat berinteraksi

Aturan WhatsApp menegaskan bahwa ketika pengguna mengirim pesan ke akun bisnis, bisa saja konten yang dikirimkan terlihat oleh beberapa orang yang ada dalam bisnis tersebut.

Artinya, pengguna tidak dapat mengontrol data pribadinya, dan bisa saja dibagikan kepada layanan pihak ketiga.

Baca juga: Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan Covid-19, PLN UIW S2JB Laksanakan Apel Bulan K3

Cara Memiliki Dua WhatsApp dalam Satu HP

WhatsApp menjadi salah satu aplikasi yang tengah populer saat ini.

Aplikasi WhatsApp menjadi populer di dalam dunia komunikasi lantaran banyaknya layanan fitur yang ditawarkan. 

Bisa dikatakan, semua smartphone saat ini terdapat aplikasi WhatsApp untuk berkomunikasi, termasuk pasangan Anda.

Nah tapi tahukah kalian jika dalam satu handphone ternyata bisa menggunakan dua aplikasi Whatsapp loh.

Berikut 4 cara memiliki dua WhatsApp dalam satu handphone, dikutip dari berbagai sumber,

1. Mengaktifkan dual messenger

Dual messenger adalah fitur bawaan ponsel, yang memungkinkan pengguna punya dua akun untuk satu aplikasi.

Pengguna cukup mengunduh aplikasi WhatApp dari Play Store kemudian klik Setting > Advance Features > Dual Messenger.

Pengguna akan melihat daftar aplikasi yang mendukung penggunaan dua akun.

Selanjutnya, pengguna cukup menggeser tombol slide pada aplikasi WA untuk mengaktifkan dua akun.

Tahap lanjutannya seperti proses install WA di Hp seperti biasa.

Pengguna juga dimintai nomor handphone yang akan digunakan di akun WA lainnya.

2. Menggunakan app clone atau app twin

Sama seperti dual messenger, app clone atau app twin adalah fitur yang telah tersedia di beberapa jenis handphone.

Pengguna cukup mengeklik setting kemudian membuka menu app clone atau app twin.

Selanjutnya, pengguna cukup memilih WhatsApp dan Hp akan melakukan penggandaan.

Setelah penggandaan selesai, aplikasi WA kedua akan muncul di homescreen handphone dengan lambang clone.

Pengguna kemudian masuk ke aplikasi tersebut, ikuti prosedurnya, dan memasukkan nomer ponsel yang akan digunakan di akun WA kedua.

3. Menginstall parallel space

Parallel space bisa digunakan pengguna, yang ponselnya tidak mendukung memiliki dua akun untuk satu aplikasi.

Langkah pertama adalah menginstall parallel space lebih dulu dari Play Store.

Selanjutnya pengguna bisa membuka parallel space, memilih WhatsApp, dan melakukan langkah install seperti biasa dengan nomer handphone yang lain.

Untuk Hp dengan klasifikasi 64bit harus mengunduh aplikasi tambahan Parallel Space-64Bit Support.

4. Mengunduh dual space

Dual space menjadi alternatif selain parallel space, bagi pengguna yang handphonenya tidak mendukung punya dua akun untuk satu WhatsApp.

Tahap pertama adalah mengunduh dual space di Play Store, membuka aplikasi, dan memilih WhatsApp.

Tahap selanjutnya cukup mengikuti prosedur yang telah disediakan.

Dual space tidak membuat shortcut untuk akun WhatsApp yang lain, sehingga pegguna harus masuk ke aplikasi ini untuk membuka hasil penggandaan.

Baca juga: Cara Registrasi dan Memeriksa Daftar Penerima Vaksin Virus Corona, Bisa Lewat Whatsapp atau SMS

Baca juga: Berisi Kutipan Sebut Kata Terbang dan Surga, Foto Profil WhatsApp Terakhir Pilot Sriwijaya Air

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved