Pengusaha Kebun Sawit Asal India Nikahi Wanita Lubuklinggau, Permudah Urusan Bisnis dan Perizinan

WNA tersebut merupakan seorang pengusaha yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara.

Editor: Welly Hadinata
Tribun Sumsel/Eko
Kepala Kantor Imigrasi Kelas ll Non TPI Muara Enim Made Nur Hepi Juniartha 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Seorang warga negara asing (WNA) asal India memilih menikah dengan warga Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kemudahan mengurus urusan bisnis.

WNA tersebut merupakan seorang pengusaha yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas ll Non TPI Muara Enim Made Nur Hepi Juniartha mengatakan saat ini di Lubuklinggau, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara ada 13 orang asing.

Namun untuk domisili tinggalnya di Kota Lubuklinggau.

"Ke 13 orang ini rata-rata bekerja dibidang perkebunan. Satu orang warga India memilih penyatuan keluarga (menikah) dengan masyarakat lokal yakni dengan warga Kota Lubuklinggau," kata Made pada wartawan, Jumat (29/1/2021).

Ia mengungkapkan berdasarkan hasil pengawasan dilapangan hasil operasi intelijen, sejauh ini semua WNA di tiga wilayah tersebut tidak pernah membuat masalah, mulai dari perizinan dan izin tinggal semuanya lengkap.

"Sementara untuk unit kerja wilayah Muara Enim ada empat orang yang kita deportasi, tiga dari Muara Enim satu dari Kabupaten Lahat. Karena mereka melanggar aturan kita ya kita berlakukan deportasi," ujarnya.

Baca juga: 153 WNA Asal China Pakai Baju Hazmat Masuk ke Indonesia, Begini Penjelsan Dari Imigrasi

Baca juga: Larangan WNA Masuk Indonesia Diperpanjang, Ini Aturan Perjalanan Internasional yang Harus Dipatuhi

Baca juga: Imigrasi Muara Enim Deportasi Seorang WNA Asal Bangladesh

Baca juga: Imigrasi Muaraenim Deportasi Satu WNA Asal Bangladesh, Melewati Batas Waktu Izin Tinggal

Ia pun mengimbau kepada masyarakat, apabila melihat keberadaan orang asing yang nampak mencurigakan, segera menginformasikan kepada petugas untuk ditindaklanjuti.

Kemudian kepada WNA yang sedang berada di wilayah satuan kerja kantor Imigrasi Musi Rawas dan Musi Rawas Utara, apabila izin tinggalnya sudah mendekati hampir habis, diharapkan segera memperpanjang izin tinggalnya.

"Apabila tidak mengindahkan kita tidak akan segan-segan melakukan pendeportasian sesuai dengan peraturan Undang-Undang tentang keimigrasian yang berlaku di Negara Republik Indonesia," ungkapnya.

Sementara Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemekumham Sumsel, Erdaus berharap pengawasan orang asing di wilayah Lubuklinggau, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara dapat berjalan maksimal.

"Yang kita tekankan sinergitas karena stakeholder yang terkait dalam terlibat dalam pengawasan orang asing ini ditengah situasi Covid dan hajat bangsa ini untuk memulihkan ekonomi nasional artinya semua berperan untuk kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Ia menyampaikan, terkait keberadaan orang asing ditiga wilayah tersebut sebagai anak bangsa tidak boleh alergi. Saat ini yang perlu adalah mengambil manfaat keberadaan orang asing tersebut.

"Filosofi ke Imigrasian azaz manfaat, hanya orang-orang asing saja yang boleh masuk beraktifitas di tanah nusantara dan harus membawa manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan sejauh ini keberadaan orang asing di wilayah Sumsel tidak menimbulkan permasalahan yang krusial bagi masyarakat dan WNA itu sendiri.

"Yang perlu diperhatikan multiplayer efeknya, artinya keberadaan orang asing dalam kerangka investasi akan membawa manfaat bagi negara dan masyarakat itu sendiri," ungkapnya. (Joy/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved