Breaking News:

Korupsi Dana Bencana

Korupsi Bantuan Covid-19  Disebut Libatkan Elit Partai PDI-Perjuangan, Ini Kata KPK

Penyidik KPK akan memanggil sejumlah saksi yang terlibat aliran bantuan terdampak Covid-19 yang melibatkan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

Korupsi Bantuan Covid-19  Disebut Libatkan Elit Partai PDI-Perjuangan, Ini Kata KPK
IST
Menteri Sosial Juliari P Batubara

SRIPOKU.COM --- Kasus korupsi bantuan sosial (bansos) yang melibatkan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, disebut-sebut melibatkan sejumlah petinggi partai. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi masih memanggil para saksi yang mengetahui aliran dana bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Penyidik KPK mengaku masih memiliki waktu dua bulan ke depan untuk memanggil para saksi. "Masih banyak saksi yang akan kami panggil. Semua saksi yang mengetahui atau terlibat dalam aliran dana bansos pasti akan kami panggil," kata jurubicara KPK Ali Fikri, seperti dikutip Kompas TV, Jumat (29/01/2021).

Dikatakan, KPK tidak akan berpatokan pada keterangan satu orang saja. Sekalipun Juliari Batubara bungkam dalam memberikan keterangan, menurut ALi Fikri, penyidik KPK akan terus mencari alat bukti lain.

Baca juga: KPK Dalami Asal Usul Temuan Uang Rp 14,5 Miliar untuk Menyuap Juliari Batubara

Baca juga: Edhy Prabowo Bantah Isterinya Terima Bagian Suap Ekspor Benih Lobster Mnejadi Babak Baru

"Kami tidak berpatokan kepada keterangan terdakwa. Tapi alat bukti yang kami miliki. Seperti halnya makan bubur dari pinggir dulu," kata ALi Fikri.

Kasus dugaan korupsi bantuan untuk bencana pandemi Covid-19 dengan tersangka Juliari Peter Batubara (49) dan empat tersangka lainnya.

Ada dugaan lain bahwa uang hasil korupsi mengalir ke sejumlah politikus PDI Perjuangan, diantaranya mantan Wakil Komisi DPR RI Ihsan Yunus dan Herman Herry. Ihsan sudah dipanggil untuk diperiksa, namun tidak datang.

Empat tersangka lainnya, adalah pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.

Baca juga: Menteri Sosial Juliari Batubara Terancam Hukuman Mati, Korupsi Dana Bencana Covid-19

Bukti sementara, Juliari menggunakan uang suap tersebut untuk keperluan pribadinya, seperti menyewa pesawat jet pribadi. Selain itu, uang suap tersebut dipergunakan untuk biaya pemenangan Pemilu kepala daerah dalam Pilkada serentak 2020.

Sebelumnya, Ali Fikri mengungkapkan penyidikan kasus korupsi ini disebut akan memasuki “babak baru” dan ada tersangka baru.

Awal pekan ini, Dirjen Perlindungan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin yang mulai dibidik. Pepen sudah dipangggil tiga kali oleh KPK.

Halaman
1234
Editor: Sutrisman Dinah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved