BAZNAS Sumsel Targetkan Perolehan Zakat 2021 Meningkat
Ketua Baznas Sumsel, Najib Haitami mengatakan, target tahun 2021 naik dari tahun 2020 dikarenakan potensi zakat Sumsel berada di angka Rp 2 triliun
Penulis: Jati Purwanti | Editor: aminuddin
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Selatan menargetkan pada tahun ini perolehan zakat mencapai angka Rp 7 miliar.
Ketua Baznas Sumsel, Najib Haitami, mengatakan, target tahun ini naik dari tahun 2020 lalu sebab potensi zakat Sumsel berada di angka Rp 2 triliun.
"Kalau tahun lalu mencapai Rp 5 miliar.
Insya Allah tahun ini harapan kita Rp 6-7 miliar bisa tercapai," katanya usai pelantikan ketua dan wakil ketua BAZNAS Sumsel periode 2020-2025 di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (27/1/2021).
Najib menyebutkan, realisasi zakat pada tahun 2020 pun hanya sebesar 70 persen, sedangkan 30 persen tetap diendapkapkan di bank untuk dana cadangan bila terjadi bencana di provinsi Sumsel.
Menurut Najib, meskipun potensi zakat tergolong besar di Sumsel, namun masih jauh perolehan zakat dari masyarakat.
"Belum tercapai dari target karena paling-paling di Sumsel baru Rp 90 miliar.
Itu pun kalau termasuk catatan dari kabupaten/kota.
Walaupun mereka (kabupaten/kota) hanya disalurkan ke kabupaten kota masing-masing tidak ke provinsi tapi kita inginkan laporannya yang akurat," ujarnya.
Najib menambahkan, selama masa pandemi pun tak ada penurunan penerimaan zakat dari masyarakat.
Terlebih, masyarakat dapat membayar zakat dengan sistem online.
"Perolehan zakat lebih bayak dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ.
Namun masyarakat juga hanya bayar infak bukan zakat," tambahnya.
Demi meningkatkan pendapatan zakat, pihaknya pun akan lebih giat melakukan sosialisasi kepada golongan yang wajib mengeluarkan zakat (muzakki).
Tidak hanya dari kalangan PNS di Sumsel saja, sosialisasi pun akan lebih dimasukkan kepada kalangan profesional seperti dokter atau karyawan swasta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/koni1jpg.jpg)