Breaking News:

BPR Sumsel Optimis Capai Pertumbuhan Lima Persen, Tahun 2020 Kinerja ositif

Kinerja positif BPR Sumsel juga tercermin dari semakin membaiknya NPL, turun dari 24 persen tahun 2019 menjadi 18 persen tahun 2020.

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Direksi BPR Sumsel berfoto bersama di sela perayaan HUT BPR Sumsel ke- 13. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bank Perkreditan Rakyat Sumsel optimis bisa mencatatkan pertumbuhan bisnis lima persen tahun ini ini karena optimis perekonomian bangkit yang juga diikuti dengan bangkitnya kinerja perbankan.

Direktur Utama (Dirut) BPR Sumsel, Marzuki mengatakan tahun 2020 BPR Sumsel berhasil menorehkan pertumbuhan bisnis tujuh persen dibanding 2019 .

Di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang 2020, BPR Sumsel berhasil menyalurkan pinjaman Rp 40,2 miliar yang disalurkan pada 517 debitur yang disalurkan ditiga wilayah kerja yakni Palembang, Sekayu dan Lahat.

Jenis usaha yang diberikan relaksasi kredit yakni salon, rumah makan, kos-kosan, pedagang pakaian dan lainnya. Relaksasi yang diberikan umumnya perpanjang wkatu membayar pokok pinjaman selama satu tahun. Jadi debitur hanya membayar bunganya saja selama satu tahun ini.

Kinerja positif BPR Sumsel juga tercermin dari semakin membaiknya Non Performing Loan (NPL) yang terus turun dari 24 persen tahun 2019 turun menjadi 18 persen tahun 2020.

"Alhamdulilah di ulang tahun ke -13 tahun BPR Sumsel kinerjanya tetap baik meski di awal pandemi Maret dan April tempat turun namun setelah itu kembali membaik dan hampir tidak ada NPL pada debitur baru," ujar Marzuki, Jumat (22/1/2021).

Pertumbuhan kinerja ini dilakukan dengan menerapkan strategi menyalurkan kredit multi guna yang lebih selektif yakni menyasar golongan berpenghasilan tetap seperti ASN, pegawai BUMN, BUMD yang menyalurkan kredit dengan nilai pembaiyaan Rp 10-500 juta. 

Penyaluran kredit mikro juga optimis tumbuh seiring temuan vaksin covid-19 yang diharapakan bisa meningkatkan geliat ekonomi. Kredit mikro disalurkan nilai hingga Rp 500 juga dan kredit usaha kecil hingga Rp 2 miliar.

Sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional BPR Sumsel juga telah melakukan relaksasi kredit seauai POJK nomor 11 dan 48 tahun 2020 pada 77 debitur dengan nilai Rp 27 miliar atau 20 persen dari total portopolio kredit

BPR Sumsel bekerjasama menggandeng badan,  dinas koperasi dan perdagangan, asosiasi pedagang dan pengusaha juga UMKM agar bisa menyalurkan kredit lebih luas membantu usaha tumbuh.

"Ekonomi sekarang mulai bergairah sehingga pr kembali gencar menyalurkan kredit ke pengusaha," tutup Marzuki.(tnf)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved