20 MENIT Terbang, Tercium Bau Terbakar, AC Pun Mati Penumpang Panik:'Semua Atas Kehendak Allah'

Ustaz Syafiq berpikir bila memang saat itu pesawatnya mengalami kecelakaan dan terjatuh, masih ada anak yang mendoakannya.

Editor: Wiedarto
flyertalk.com
Ilustrasi pesawat mengangkasa dalam kondisi cuaca kurang bersahabat 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 menambah daftar panjang kecelakaan transportasi udara di Indonesia.

kecelakaan maut itu tentu menjadi pelajaran bagi perusahaan penyedia jasa transportasi udara tersebut untuk berbenah.

Sebab, selain jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, ada beberapa perjalanan pesawat yang juga sempat mengalami masalah.

Seperti yang dialami oleh pendakwah ternama, Ustaz Syafiq Riza Basalamah yang sempat menaiki pesawat yang bermasalah saat di udara.

Di akun Instagram dakwahnya, Ustaz Syafiq Riza Basalamah membagikan pengalaman mengerikannya saat naik pesawat rusak.

Tidak dijelaskan detail kapan dan maskapai pesawat apa yang digunakan oleh Syafiq Riza Basalamah kala itu.

Di penerbangan itu, Ustaz Syafiz Riza Basalamah bersama sang istri dan 5 anaknya.

"Kemarin saya hendak terbang dari semarang menuju surabaya. Pesawat yang kita naiki, diatas setelah 20 menit, kita mencium aroma seperti bau sesuatu yang terbakar," katanya.

Setelah mencium aroma terbakar, semua penumpang yang ada di dalam pesawat mulai tegang dan ketakutan.

Tampak pramugari mondar-mandir ke mengetuk pintu pilot untuk menanyakan apa yang terjadi.

Tak lama AC pun mati, penumpang lain pun semakin panik.

"Pramugari membagikan tisu untuk digunakan agar tidak menghirup udara bau terbakar yang tidak nyaman. Kemudian ada pengumuman bahwa pesawat akan kembali, karena ada kerusakan," ucapnya.

Akibat pengumuman itu, para penumpang langsung berdoa dan mengucapkan nama Allah.

Syahadat dan takbir pun terdengar jelas dari para penumpang.

"Istri saya bertanya apa yang harus dilakukan? saya bilan gak ada kecuali pasrah kepada Allah SWT. Kita tak mampu berbuat apa-apa tatkala itu terjadi, tapi kkita punya keyakinan diciptakan oleh Allah. tatkala mengirimkan tanda-tandanya ingin kita kembali ke pada allah SWT," ucapnya.

Kala itu ia bersyukur sebab salah satu anaknya tidak ikut dalam perjalanan itu.

Ustaz Syafiq berpikir bila memang saat itu pesawatnya mengalami kecelakaan dan terjatuh, masih ada anak yang mendoakannya.

"Seorang muslim hedaklah yakin bahwa musibah yang terjadi sudah ditetapkan ole Allah. Tidak ada musibah apapun melainkan sudah izin Allah," ujarnya.

Tak lama pesawat pun perlahan turun dan akhrinya berhasil mendarat.Dirinya pun bersyukur masih bisa selamat dalam penerbangan mengerikan itu.

Dirinya berpesan kepada siapa pun untuk selalu membaca doa, hati-hati dan pasrah saat melakukan perjalanan.

Baik itu perjalanan darat, laut maupun udara. Karena bila Allah sudah berkehendak, tak ada yang bisa menghalangi ketentuan-Nya.

Prosesi Tabur Bunga kenang Korban Sriwijaya Air SJ 182

Operasi gabungan pencarian korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sudah resmi diakhiri, Kamis (21/1/2021) kemarin.

Hari ini (22/1/2021) para keluarga didampingi sejumlah petugas melakukan prosesi tabur bunga di Kepulauan Seribu, lokasi jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182.

Hal itu dilakukan sebagai penghormatan terakhir untuk para korban yang sampai detik ini belum ditemukan.

Bahkan, dilansir dari siaran Kompas TV (22/1/2021), para keluarga korban yang berdatangan tak berani menatap ke laut seolah belum rela menerima kenyataan tentang anggota keluarganya yang menjadi korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Dari pantauan TribunBanten.com, video yang didapat Kompas TV itu memperlihatkan bagaimana wajah lesu dan sedih para keluarga.

Salah satunya ada pria yang memakai kemeja kotak-kotak, ia tak berani menatap ke laut, hanya mengambil senggenggam bunga lalu di lemparnya dengan mata sendu.

Pria ini bahkan tampak seperti menangis setelah melempar bunga yang kesekian dengan mata yang terlihat bengkak.

Lalu ada pria lain yang mengenakan pakaian batik hitam putih, tengah menyenderkan tubuhnya ke besi pembatas kapal dengan kepala yang menunduk ke bawah.

Pria berbatik putih hitam tersebut memanjatkan doa setelah itu menaburkan bunga.

Lalu keluarga korban lain ada pria berbatik hitam kuning yang meneteskan air mata setelah mengirimkan doa untuk para korban.

Kemudian pria berbatik hitam kuning ini memandang kosong ke arah laut, dengan wajah sangat sendu, seperti berharap ini hanyalah mimpi buruk dari tidurnya.

Prosesi tabur bunga ini menggunakan KRI Semarang - 594 dengan 50 perwakilan penumpang yang mengikuti acara itu.

Artikel ini telah tayang di Tribunbanten.com dengan judul Cium Bau Hangus dan Penumpang Panik Saat Naik Pesawat Bermasalah, Ustaz Syafiq Riza Basalamah Pasrah, https://banten.tribunnews.com/2021/01/22/cium-bau-hangus-dan-penumpang-panik-saat-naik-pesawat-bermasalah-ustaz-syafiq-riza-basalamah-pasrah?page=all.
Penulis: Yudhi Maulana A
Editor: Yudhi Maulana A

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved