Kapan Indonesia Bisa Melunasi Hutangnya yang Sudah Tembus 6 Ribu Triliun ?
Jika dibandingkan dengan jumlah hutang Indonesia pada tahun 2019, hutang Indonesia bertambah sebanyak 27,1% atau sebesar Rp. 1.296 trilliun.
"Karena tiap tahun bunga utang menyita 19 persen dari pendapatan negara, maka uang yang harusnya dibuat untuk belanja pendidikan, belanja kesehatan, dan pembangunan akan terbagi untuk membiayai pembayaran bunga utang dan cicilan pokok," ujar dia.
Oleh karena itu, ia menilai, sulit untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7-10 persen dan lepas dari middle income trap.
Ia menjelaskan, langkah terbaik yang harus dilakukan pemerintah adalah mengendalikan belanja pemerintah agar utang ikut terkendali.
===
Menurut dia, belanja yang sifatnya boros dan hanya menggemukkan birokrasi, seperti belanja pegawai dan belanja barang, harus dipangkas.
"Belanja infrastruktur yang tidak urgen juga bisa dipotong."
"Selain itu, belanja yang celah korupsinya tinggi memang harus ditertibkan," kata Bhima.
"Misalnya kemarin itu, saya setuju jangan bantuan sembako barang tapi dibuat transfer tunai untuk cegah korupsi bansos," lanjut dia.
Jika pemerintah bisa disiplin, Bhima mengatakan, beban pembayaran kewajiban utang setidaknya bisa ditekan.

===
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Utang Mencapai Rp 6.000 Triliun, Kapan Indonesia Bisa Melunasinya?"
Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/18/071000665/utang-mencapai-rp-6.000-triliun-kapan-indonesia-bisa-melunasinya-?page=all#page2
Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
===