Keluhan Warga Lubuklinggau, Pupuk Bersubsidi Sulit Didapat: Terancam di Masa Tanam

"Sekarang kami hanya bisa pasrah, terpaksa beli yang non subsidi, karena bila tidak pupuk bisa-bisa gagal panen dan rugi dua kali lipat," ujarnya.

Editor: RM. Resha A.U
tribunsumsel.com/eko
Petani di Tanjung Harapan Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau saat sedang melakukan pembersihan rumput di sawah miliknya. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Memasuki musim tanam padi, ratusan petani di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan mengeluhkan sulit mendapatkan pupuk bersubsidi.

Sulitnya masyarakat memperoleh pupuk subsidi, membuat para petani terpaksa membeli pupuk non-subsidi yang harganya nyaris dua kali lipat.

Mulyono seorang petani di Tanjung Harapan Kelurahan Moneng Sepati Kecamatan Lubuklinggau Selatan II bercerita, ia terpaksa membeli pupuk non subsidi karena pupuk subsidi sudah didapat.

Baca juga: Panca Terlihat Sempat Gugup Ucapkan Ijab Kabul, 100 Gram Emas Jadi Mas Kawin, Herman Deru Jadi Saksi

Baca juga: Dulu Anak Tukang Becak, Kisah Putri DA Asal Balikpapan Kini Jadi Idola, Ditinggal Ayah Selamanya

"Kemarin terpaksa beli yang non subsidi, karena subsidi sekarang sedang kosong, 100 Kg kemarin harganya Rp 550 ribu, ," ujarnya, Minggu (17/1/2021).

Mulyono pun sudah berkeliling mencari pupuk subsidi ke wilayah Lubuklinggau hingga wilayah Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas.

Namun, hampir semua toko yang didatanginya mengatakan stok pupuk subsidi sedang kosong.

"Kemarin semua toko yang saya datangi mengatakan sedang kosong, harganya ada Rp 150 ribu. Tapi barangnya tidak ada, ketika saya tanya mereka jawab memang stoknya sedang kosong," ungkapnya.

Baca juga: Ada Narkotika di Kantong Jaket, TO Polres Musirawas Pasrah Saat Ditangkap Petugas

Baca juga: Ketua KPU PALI Sunario; Kelly Mariana Sosok Pemimpin, Pemberi Semangat dan Pejuang Demokrasi 

Hal senada diungkapkan oleh Tri.

Ia terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pupuk non subsidi karena khawatir padi yang baru ditanamnya saat ini tidak berkembang.

"Terpaksa saja, karena kalau tidak dipupuk tidak berkembang dengan baik, biarlah kami rugi sedikit dari pada kami gagal panen, karena sekarang sudah terlanjur nanam," tambahnya.

Sementara Ketua RT 04 Tanjung Harapan, Rahmad mengaku, warganya sudah kesulitan mencari pupuk subsidi di Kota Lubuklinggau dan Musi Rawas sejak dua bulan terakhir.

Baca juga: Allahuakbar Gempa, Punggung Sertu Palemba Jadi Perisai Anak dan Istri:Puing Renggut Nyawa Sulung

Baca juga: TAK ADA Perahu Karet, Orang Tua Selamatkan Bayi dari Banjir dengan Baskom, Wajan, Kulkas Bekas

"Mutus sejak dua bulan terakhir sejak memasuki musim tanam, hampir semua petani disini (Tanjung Harapan) mengeluh sulit pupuk, padahal padi baru tanam," ujarnya.

Rahmad kemarin bersama warga sempat mencari pupuk subsidi ke Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas, namun hanya sedikit yang masih menjual pupuk bersubsidi dan pembeliannya pun dibatasi.

"Padi kami ini sekarang umurnya sudah 1,5 bulan, sudah waktunya diberi dipupuk, kemarin nyari dapat sedikit, tambahanya kami beli yang non subsidi," ungkapnya.

Rahmad pun mengungkapkan, selama ini para petani di wilayahnya untuk memperoleh pupuk subsidi dengan mudah harus tergabung dengan kelompok tani, namun akhir-akhir ini termasuk kelompok tani kesusahan mendapat pupuk subsidi.

Baca juga: Yang Nempel di Kursi Harus Kita Pisahkan Cerita Tim DVI Pengungkap Tabir Jenazah SJ 182

Baca juga: Imbas Kasus Video Syur 19 Detik Bikin Sepi Job, Gisel Curhat Pilu ke Raffi Ahmad: Saya Butuh Kerjaan

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved