Berita Lahat
Pengusaha Batubara di Lahat Ini 'Sulap' Kelapa Tua Sisa Jadi Tanaman Bernilai, Ini Penampakannya!
Berangkat dari filosofi pohon kelapa lelaki yang akrab disapa Eenk Muda ini, mampu menyulap kelapa tua menjadi 'emas' yang bernilai.
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Welly Hadinata
Laporan wartawan Sripoku. Com Ehdi Amin
SRIPOKU.COM, LAHAT - Bagi sebagian warga, kelapa tua yang jatuh dari pohonnya tidak memiliki nilai dan manfaat.
Tak jarang, kelapa tua tersebut dibiarkan begitu saja terlebih tak memiliki nilai jual lagi.
Namun hal itu tidak berlaku bagi Endriyansyah, SE,. Penggiat dan pecinta Bonsai Kelapa (Bonkla).
Berangkat dari filosofi pohon kelapa lelaki yang akrab disapa Eenk Muda ini, mampu menyulap kelapa tua menjadi 'emas' yang bernilai.
Kini, Eenk muda memiliki hampir 1000 bonkla dengan berbagai jenis, ukuran dan umur.
Dimata lelaki pengusaha batubara di Lahat ini, tertarik dengan bonkla karena unik, cantik, menarik, memiliki keindahan dan daya tarik tersendiri.
Tak hanya itu, baginya filosofi kelapa itu luar biasa dari akar sampai ke daun bermanfaat bagi kehidupan dan lingkungan. Kokoh dan kuat meski diterpa angin, itu pohon kelapa yang bisa dijadikan prinsif dalam hidup. Pandemi Covid 19 menjadikan Eenk, kian tekun untuk mengkoleksi bonkla.
"Sebelum pandemi saya hanya koleksi beberapa pohon bonkla untuk hiasan di rumah karena memang sibuk dengan pekerjaan. Nah, saat pandemi sejalan dengan anjuran Pemerintah agar kita di rumah saja, saya manfaatkan untuk memperbnyak bonkla. Sehingga masih tetap bisa berkreasi dan membuka peluang usaha, "ungkap Eenk, saat di wawancara di kediamanya, di Kelurahan Bandar Jaya, Lahat, Jumat (15/1/2021).
Dilanjutkan Eenk, ia kini kian bersemangat untuk menjadikan bonkla selain hoby juga bisa menjadi peluang usaha lantaran prihatin karena pohon kelapa di Lahat, kian berkurang bahkan terancam punah.
Hal itu terjadi, lantaran kelapa dianggap tidak bisa meningkatkan perekonomian warga itu sendiri karena harganya yang murah.
"Kebanyakan petani kelapa yang enggan memperbanyak tanaman kelapa karena hasilnya tidak memuaskan. Saya berkeliling ke desa desa di Kabupaten Lahat. Dan melihat banyak sekali kelapa tua yang jatuh dan dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya. Pas ditanya alasanya kelapa tua yang jatuh tidak ada manfaatnya, "sampai Eenk.
Dikatakan Eenk, wajar saja jika buah kelapa yang ditanam petani tidak bisa menopang ekonomi lantaran buah kelapa tua hanya dijual Rp3000 perbuah dan Rp5000 untuk dogan.
"Nah, saat itu saya ambil buah kelapa tua yang jatuh di desa desa. Sempat dibilang aneh oleh pemilik kelapa. Kemudian, kelapa tersebut saya bawa pulang saya siapkan media tanamnya sehingga jadilah bonsai kelapa, "tuturnya.
Belajar otodidak dengan panduan media sosial, bonkla bonkla yang ia tanam mulai menampakkan hasil dan tak sedikit warga yang takjub termasuk beberapa petani kelapa yang sebelumnya acuh dengan kelapa tua yang jatuh dari pohon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/eenk-muda-menunjukkan-koleksi-bonsai-kelapa.jpg)