Drama Kepresidenan AS Berakhir, Donald Trump Dimkazulkan Parlemen AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dimakzulkan Parlemen AS.Pemakzulan untuk kedua kalinya ini didukung 10 anggota parlemen dari Partai Republik

Tayang:
Editor: Azwir Ahmad
AFP/MANDEL NGAN
Presiden Amerika Serikat Donald Trump 

Anggota DPR wakil Ohio, Jim Jordan, salah satu pembela Trump yang paling gigih, mengatakan bahwa Trump mempertahankan dukungan luas di dalam Republik.

Hal itu terlihat dari fakta hanya sembilan anggota Partai Republik yang bergabung dengan Cheney. Ditanya apakah Trump masih bisa menjadi pemimpin partai yang efektif, Jordan berkata, “Tentu saja, tentu saja, dukungannya kuat karena rakyat AS menghargai bahwa selama empat tahun terakhir dia melakukan lebih banyak dari apa yang akan dilakukan daripada presiden mana pun dalam hidup saya.

" Beberapa Republikan lainnya menolak mengomentari masa depan Trump. Sebaliknya, mereka mengatakan bahwa suara Partai Republik yang timpang mencerminkan kekhawatiran tentang proses pemakzulan dan situasi politik.

“Ini sebenarnya mewakili perasaan di antara Partai Republik - bahkan Partai Republik yang kecewa dengan presiden ini - bahwa dengan hanya tujuh hari tersisa dalam masa jabatannya dan dengan lingkungan politik yang “kisruh”, sehingga ada kebutuhan dari dalam negeri untuk mendinginkan suasana," kata Garland Barr.

"Ini dipandang oleh banyak orang Amerika sebagai tindakan balas dendam politik."

Banyak anggota Partai Republik mengatakan mereka berjuang untuk mendamaikan kemarahan mereka pada peristiwa minggu lalu. Termasuk juga atas kesalahan Trump karena mereka takut akan meningkatnya kekerasan dan ancaman yang ditujukan kepada anggota parlemen.

Pemakzulan Tercepat

Ketua DPR Nancy Pelosi dan politisi Demokrat lainnya menjelaskan bahwa kecaman tidak akan cukup mengingat situasi yang terjadi.

Trump disebut memancing kemarahan para pendukungnya dengan klaim palsu tentang kecurangan pemilu, serta mendorong mereka mengarah ke Parlemen yang sedang menyertifikasi kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

“Dia harus pergi,” kata Pelosi. "Dia jelas menghadirkan bahaya bagi bangsa yang kita semua cintai."

DPR melakukan pemungutan suara terakhir pada Rabu sore, satu minggu setelah kerusuhan dan hanya dua hari setelah resolusi pemakzulan diajukan.

Itu adalah tanggapan yang sangat cepat dari DPR. Sebelumnya, diperlukan waktu hampir tiga bulan untuk mendakwa Trump pada 2019, atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan penghinaan terhadap Kongres.

Tetapi, dengan hanya tujuh hari tersisa dalam masa jabatan Trump, menjadi semakin pasti pada Rabu (13/1/2021) bahwa Trump tidak akan diberhentikan sebelum waktunya.

Resolusi pemakzulan untuk hasutan pemberontakan juga berupaya mendiskualifikasi Trump untuk memegang dan menikmati jabatan kehormatan, kepercayaan, atau keuntungan apa pun di Amerika Serikat ke depannya.

Fokus sekarang akan beralih ke persidangan yang akan berlangsung di Senat, yang belum pernah mengadakan sidang pemakzulan untuk mantan presiden.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved