Drama Kepresidenan AS Berakhir, Donald Trump Dimkazulkan Parlemen AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dimakzulkan Parlemen AS.Pemakzulan untuk kedua kalinya ini didukung 10 anggota parlemen dari Partai Republik
SRIPOKU.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dimakzulkan Parlemen AS untuk yang kedua kalinya, Rabu (13/1/2021)
Berbeda dengan pemakzulan Trump yang pertama, yang tanpa dukungan Partai Republik. Upaya pemakzulan pada Rabu (13/1/2021) melibatkan 10 Republikan, termasuk pemimpin partai Republik ketiga di DPR AS, Liz Cheney.
Dakwaan DPR AS terhadap Presiden Trump seminggu sebelum dia meninggalkan jabatannya, adalah tuduhan menghasut kerusuhan dengan klaim palsu tentang pemilihan yang dicuri serta menyebabkan penyerbuan Capitol dan lima kematian.
Selanjutnya Senat akan mengadakan persidangan setelah Trump turun dari jabatannya, skenario yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebagai konsekuensi dari pemakzulan, anggota parlemen bisa melarang Trump duduk kembali di kursi presiden. Washington Post pada Kamis (14/1/2021) melangsir, pemungutan suara terakhir adalah 232 hingga 197.
Langkah pemakzulan ini menjadi salah satu drama terakhir dari kepresidenan yang penuh gejolak.Semua proses itu berlatar belakang kekacauan di Gedung DPR dan ketidakpastian tentang bagaimana nasib Republik setelah turunnya Trump.
Partai Demokrat dan Republikan saling menuduh dalam sidang itu. Loyalis Trump marah kepada sesama Republikan yang membelot, khususnya Cheney, yang membuat kepemimpinan partai terguncang.
Terlepas dari emosi yang digerakkan oleh serangan Capitol, sebagian besar dari Partai Republik mendukung Presiden, termasuk Pemimpin Minoritas Parlemen Kevin McCarthy.
McCarthy berpendapat bahwa Trump memikul tanggung jawab atas serangan di Capitol, dan pemakzulan sekejap hanya akan semakin mengobarkan api pemisah partisan.
Untuk pertama kalinya McCarthy secara terbuka mendukung kecaman terhadap Trump. Akan tetapi, seruan itu datang terlambat sebagai alternatif efektif saat pemakzulan diajukan.
Partai Republik yang memisahkan diri dari Trump termasuk para pemimpin senior seperti Cheney (pimpinan senior Parlemen Republik), John Katko (anggota Republik teratas dari Komite Keamanan Dalam Negeri), dan Fred Upton (mantan ketua Komite Energi dan Perdagangan).
Namun, anggota junior seperti Peter Meijer dan Anthony Gonzalez juga memilih untuk pemakzulan.
Beberapa, seperti Adam Kinzinger, telah sangat kritis terhadap Trump pada masa lalu. Sementara itu, Tom Rice hampir tidak pernah bersilang pendapat soal Trump.
“Saya telah mendukung Presiden ini melalui masa sulit selama empat tahun. Saya berkampanye untuknya dan memilih dia dua kali, ” kata Rice dalam sebuah pernyataan. “Tetapi, kegagalan total ini tidak bisa dimaafkan.”
Partai Republik lainnya yang bersuara mendakwa Trump adalah Jaime Herrera Beutler, Dan Newhouse, dan David G Valadao.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/treooml1.jpg)