Listyo Sigit Prabowo dan Gatot Eddy Pramono Bersaing Ketat di DPR RI, Ini Profil Lengkap Keduanya

Jazilul berpendapat bahwa, Presiden Jokowi hanya mengirim satu nama calon Kapolri ke Komisi III DPR RI melalui surat presiden

Editor: Hendra Kusuma
Ist/handout
Listyo Sigit Prabowo dan Gatot Eddy Pramono Bersaing Ketat di DPR RI, Ini Profil Lengkap Keduanya 

- Kendaraan

Toyota Fortuner senilai Rp320 juta.

- Harta Lainnya

Harta bergerak lainnya sebesar Rp975 juta, serta kas dan setara kas Rp869,7 juta.

13. Biodata Singkat
TTL: Ambol Maluku, 5 Mei 1969

Usia: 51 Tahun

Lulusan Akpol: 1991

Jabatan Terakhir: Kabareskrim Mabes Polri
===

Profil Gatot Eddy Pramono Doktor Lulusan UI Calon Kuat Kapolri

Komjen Pol Gatot Eddy Pramono
Komjen Pol Gatot Eddy Pramono (Ist/handout)

Diketahui, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono merupakan Wakapolri dan mantan Kapolda Metro. Rekam jejak Komjen Gatot yang menarik perhatian adalah, karena dia lulusan Univesitas Indonesia atau UI untuk gelar Doktor pada Program S3 Fisip UI yang diraihnya pada tahun 2015 lalu. Terkait artikel tersebut dicantum dibagian bawah mulai dari harta kekayaan Gatot Eddy hingga rekan jejak dan karir, serta pendidikannya.

Seperti diketahui, Munculnya nama Komjen Pol Gatot Eddy Pramono sebagai calon kuat Kapolri, setelah Ketua Presidium IPW Neta S Pane angkat bicara pada Rabu (6/1/2021) siang.

Menurut Neta, munculnya nama Komjen Pol Gatot Eddy Pramono setelah adanya gagasan dari Istana Negara, atau kalangan dekat Presiden Jokowi yang ingin pergantian Kapolri dan Wakapolri dilakukan sepaket.

"Yakni menaikkan Wakapolri Komjen Gatot Eddy menjadi Kapolri gantikan Kapolri Idham Aziz dan mendorng Komjen Listy Sigit Prabowo menjadi Wakapolri gantikan Gatot Eddy," ujar Neta S Pane, Rabu.

Maka itu, artinya akan diganti secara bersama, dan nama Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono adalah calon kuat kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan memasuki pensiun pada Februari 2021 mendatang.

Sementara itu, Wakapolri adalah Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang merupakan mantan ajudan Jokowi.

Dengan adanya bocoaran ini, maka Gatot Eddy Prabowo adalah calon kuat Kapolri.

Wajar jika Gatot Eddy Pramono menjadi calon kuat, sebab dia merupakan sosok senior yang dapat diterima di internal Polri.

Rekam jejak dan prestasinya pun dibilang sangat baik. Sepak terjangnya patut mendapatkan acungan jempol, bahkan Kapolri Idham Aziz sendiri memuji kemampuan Komjen Pol Gatot Eddy Prabowo.

Maka wajar Jenderal Bintang Tiga bertangan dingin ini layak menjadi Tribrata satu

Wajar pula banyak yang penasaran seperti apa sosok Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, maka berikut profil dan karir dari Komjen Gatot:

1. Daftar Harta Kekayaan

Diketahui, Komisaris Jenderal Polisi atau Komjen Pol Eddy Pramono, merupakan sosok Jenderal Bintang Tiga senior di Mabes Polri sepeninggal Kapolri Idham Aziz.

Rekam jejak dan karirnya tiada cela membuatnya layak menjadi kandidat kuat. Dia pun bisa diterima dan terbilang netral di internal Polri.

Maka berikut ini daftar harta kekayaan Komjen Gatot Eddy Promono, berdasarkan LHKPN atau laporan harta kekayaan di tahun 2018 lalu.

Berdasarkan laporan yang ada di lama Harta Kekayaan Penyelenggara Negara e-LHKPN.

Kekayaan Gatot tersebut meliputi tanah dan bangunan, dua unit mobil dan sejumlah harta lainnya.

Tanah dan Bangunan

1. Tanah dan bangunan seluas 192 m2/200 m2 di Kota Jakarta, hasil sendiri Rp980 juta.

2. Tanah seluas 3150 m2 di Bogor, hasil sendiri Rp630 juta.

3. Tanah seluas 5185 m2 di Tangerang, hasil sendiri Rp1 miliar.

4. Tanah seluas 3190 m2 di Kota Sukabumi, hasil sendiri Rp319 juta.

5. Tanah seluas 671 m2 di Sukabumi, hasil sendiri Rp67 juta.

6. Tanah seluas 1418 m2 di Sukabumi, hasil sendiri Rp141 juta

7. Tanah dan bangunan seluas 342 m2/300 m2 di Kota Jakarta Barat, hasil sendiri Rp1,6 miliar.

8. Tanah seluas 323 m2 di Sukabumi, hasil sendiri Rp32 juta.

Kendaraan

1. Mobil Honda Odyssey tahun 2004, hasil sendiri Rp200 juta.

2. Mobil Alphard tahun 2007, hasil sendiri Rp350 juta.

Kas

Kas dan setara kas Rp969 juta.

Total Kekayaan Rp6,3 miliar.

2. Kelahiran dan Asal

Seperti diketahui, Komjen Pol Dr Drs Gatot Eddy Pramono, MSi, lahir di Solok, Sumatra Barat, pada tanggal 28 Juni 1965 silam, saat berusia umur 55.

Tetapi dibesarkan di Pekanbaru Riau karena mengikuti tugas ayahnya yang juga seorang polisi.

Maka tak heran, jika Gatot Eddy Pramono adalah warga Pekan Baru Riau, karena orang tuannya bahkan menetap dan meninggal di Pekan Baru, begitu pun saudara kandungnya, semua tinggal di Pekanbaru.

3. Riwayat Pendidikan

Untuk pendidikan Komjen Pol Gatot Eddy Pramono adalah sosok yang lebih mementingkan pendidikan. Dia tercatat sebagai alumni UI untuk pendidikan strata tiga atau gelar doktornya diambil di sana.

Pada 2015, Gatot meraih gelar Doktor Kriminologi Universitas Indonesia (UI). Gatot menulis disertasi berjudul ‘Transformasi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Menjadi Kelompok Kekerasan (Studi terhadap Kekerasan Kelompok oleh Empat Ormas di Jakarta)’. Pada 2016, Gatot menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Selatan.

Hadir sebagai ketua sidang, Prof Isbandi Rukminto Adi M Kes PhD

Dengan Promotor dalam sidang doktor Gatot adalah Prof Dr Adrianus Eliasta Meliala MSi, MSc. PhD. sedangkan yang menjadi kopromotor adalah Prof Dr Tb Ronny Rahman Nitibaskara.

Dengan Anggota penguji terdiri dari Prof (Riset) Hermawan Sulistyo, MA PhD APU, Prof Dr Muhammad Mustofa MA, Dr Mohammad Kemal Dermawan MSi, dan Dr Iqrak Sulhin SSos MSi.

Seperti dilansir dari laman fisip.ui.ac.id, Komjen Pol Gatot Eddy Prammono berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan penguji, Senin (27/7/2015), Gatot Eddy Pramono meraih gelar doktor di bidang Ilmu Kriminologi. Disertasi yang diajukan Gatot berjudul “Transformasi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Menjadi Kelompok Kekerasan (Studi terhadap Kekerasan Kelompok oleh Empat Ormas di Jakarta).”

Berikut jenjang pendidikan Komjen Pol Gatot Eddy Pramono:

- AKABRI A (1988)
- PTIK (1996)
- SESPIM (2002)
- SESPIMTI (2012)
- S3 Doktor Ilmu Kriminologi Universitas Indonesia

4. Karir dan Kepangkatan

- Letnan Dua Polisi (Inspektur Polisi Dua) (26—07—1988)

- Letnan Satu Polisi (Inspektur Polisi Satu

- Kapten Polisi (Ajun Komisaris Polisi)

- Mayor Polisi (Komisaris Polisi)

- Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)

- Komisaris Besar Polisi (2008)

- Brigadir Jenderal Polisi (17—10—2014)

- Inspektur Jenderal Polisi (21—07—2017)

- Komisaris Jenderal Polisi (26—12—2019)

5. Riwayat Jabatan

- Wakil Kepala Kepolisian Sektor Selektif Wlingi Resor Blitar (1988)

- Kepala Kepolisian Sektor Srengat Resor Blitar (1988)

- Komandan Peleton Taruna Akabri Semarang (1991)
Perwira Administrasi Operasi Pusat Komando Pusat Komando dan Pengendalian Kepolisian Daerah Metro Jaya (1991)

- Perwira Menengah Kepolisian Daerah Metro Jaya (1992)

- Kepala Sub Unit Curi Direktorat Serse Kepolisian Daerah Metro Jaya (1993)

- Perwira Menengah pada Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (1994)

- Kepala Sekretariat Operasi Pusat Komando Pusat Komando dan Pengendalian Biro Operasi Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur (1996)

- Kepala Kepolisian Sektor Cempaka Putih Resor Metro Jakarta Pusat (1998)

- Perwira Bantuan Muda Tugas Khusus Perwira Bantuan IV/Staf Personil Polri (1999)

- Perwira Penghubung Protokol Kapolri (2001)

- Kepala Satuan I/Pidana Umum Direktorat Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Timur (2002)

- Kepala Kepolisian Resor Blitar (2005)

- Sekretaris Pribadi Kapolri (2006)

- Kepala Kepolisian Resor Metro Depok (2008)

- Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan (2009)

- Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya (2011)

- Analis Kebijakan Madya bidang Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri (2012)

- Analis Kebijakan Madya bidang Pengkajian Strategi Staf Operasi Polri (2012)

- Kepala Bagian Dukungan Administrasi Operasional Biro Pembinaan Operasi Staf Operasi Polri (2013)

- Kepala Biro Kelembagaan Tata Laksana Staf Perencanaan dan Anggaran Polri (2014)

- Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (2016)

- Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri (2017)

- Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri (2018)

- Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (2019)
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (2019)

- Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (2019)
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (2019)

Prestasi Menonjol

Mampu memberantas tindakan kekerasan lintas provinsi yang didalangi kelompok Jhon Tamba pada tahun 2011 silam dan terakhir membongkar kejahatan pembobolan karu kredit pada 2011.

Sebagian artikel ini terbit Kompas.com dengan judul "Politisi PKB Prediksi Listyo Sigit Prabowo Diusulkan sebagai Calon Kapolri", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/12/06000001/politisi-pkb-prediksi-listyo-sigit-prabowo-diusulkan-sebagai-calon-kapolri
Penulis : Haryanti Puspa Sari
Editor : Kristian Erdianto

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved