Presiden AS

Twitter Ancam Blokir Akun Donald Trump Dinilai Bikin Rusuh di Gedung Parlemen

Akun media sosial twitter Presiden AS Donald Trump terancam diblokir secara, setelah cuitan Donald Trump dianggap memicu kerusuhan

Tayang:
Editor: Sutrisman Dinah
Tangkap Layar Video The Wall Street Journal
Massa Trump Serbu Kongres untuk Batalkan Kemenangan Biden, 

SRIPOKU.COM --- Akun media sosial twiiter Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, diancam akan diblokir secara permanen. Cuitan yang dilontarkan Donald Trump dinilai memicu kerusuhan di Gedung Parlemen AS di Washington DC, Rabu sore waktu setempat atau Kamis (07/01/2021) WIB. 

Ancaman pemblokiran dari aplikan Twitter terhadap akun Presiden Donald Trump itu akan dilakukan selamanya. Ancaman itu dilontarkan setelah kicauan demi kicauan Donald Trump, kemudian dianggap sebagai penyulut kerusuhan dalam demonstrasi di Gedung Parlemen.

Presiden Donald Trump (74) melontar kicauan menuduh Pemilu Presiden 2020, terjadi kecurangan. Donald Trump gagal terpilih kembali sebagai Presiden AS, setelah dikalahkan pasangan calon presiden dari Partai  Demokrat Joe Biden dan calon Wapres Kamala Harris (56).

Diantara cuitan Trump yang dinilai memancing kerusuhan, yakni tentang klaim ada yang menemukan 50.000 surat suara pada Selasa malam waktu setempat (5/1/2020).

Baca juga: Presiden Donald Trump Provokasi Pendukung Bikin Rusuh di Gedung Parlemen, Seorangn Wanita Tewas

Baca juga: AMERIKA Memanas, Massa Trump Serbu Kongres Tak Terima Biden Menang, KBRI Keluarkan Imbauan Jam Malam

"AS baru saja dibodohi. Proses pemilu kita bahkan lebih buruk dari negara dunia ketiga!" kata Trump melalui di Twitter, seperti dikutip Kompas.com. Kamis (07/01/2021).

Twitter memberikan tanda pada twit-nya, karena dianggap tidak sesuai dengan fakta bahwa Pilpres berlangsung adil. Tak cukup sampai di situ, Donald Trump juga mengunggah kicauan lain yang menyiratkan dukungan bagi ricuhnya demo AS.

Dalam twit-nya, presiden ke-45 "Negeri Uncle Sam" itu memaklumi jika pendukungnya marah dan merangsek ke Gedung Capitol (Gedung Parlemen). Parlemen AS terdiri dari dua kamar (kongres), majelis rendah House of Representative (DPR AS) dan majelis tinggi (Senat). 

"Inilah akibatnya jika kemenangan besar di pemilu yang suci direnggut dari patriot hebat yang diperlakukan tidak adil," cuitan lain Trump.

Selain itu, Donald Trump juga mengunggah video berisi pernyataan bahwa dia memahami jika massa MAGA (Make America Great Again) marah. Meski, dia kemudian mengurangi nada dengan tak hanya meminta pendukungnya pulang, namun juga agar mematuhi penegak hukum.

Diperkiran Twitter tidak akan memberi ampun memberi ampun, selain memberikan tanda ke twit-nya, aplikasi microblogging itu juga meminta tiga kicauan lainnya dihapus. 

Baca juga: Skenario Jahat Donald Trump Jegal Joe Biden Bocor, Boceng Milisi Swasta Lakukan Ini saat Pelantikan

Seperti dikutip Kompas.com dari BBC, aplikasi yang bermarkas di San Francisco itu mengumumkan mengunci akun presiden dalam 12 jam ke depan. "Sebagai hasil dari situasi panas dan kisruh yang terjadi di Washington DC, kami meminta tiga twit @realDonaldTrump dihapus."

Twitter melanjutkan, kicauan itu sudah berulang kali melanggar kebijakan Integritas publik yang mereka canangkan. Aplikasi itu juga memberi ancaman keras, jika sang presiden sampai membuat kicauan yang menyulut kekerasan, mereka tak segan memblokirnya selamanya.

Selain Twitter, media sosial lainnya yang menghapus video dukungan Trump terhadap kekerasan adalah YouTube dan Facebook. Kepada BBC, platform yang didirikan Mark Zuckerberg itu menyatakan kerusuhan di Gedung Capitol itu adalah aib.

"Kami melarang adanya hasutan dan seruan untuk melakukan kekerasan di platform kami. Secara aktif, kami meninjau dan menghapus konten apa pun yang melanggar," terang Facebook.

Sebelumnya diberitakan SRripoku.com, pendukung Presiden Amerika AS  Donald Trump menggelar demonstrasi dan membuat kerusuhan di Gedung Parlemen di Washington DC, sepanjang hari hingga Rabu sore waktu setempat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved