Hatinya Tergerak, Pria dari Suku Anak Dalam Ini Masuk Islam, Hafal 22 Juz Alquran, Ini Kisahnya!
Wajib hukumnya untuk membaca dan mengamalkan Alquran, apalagi tersimpan pahala luar biasa bagi umat muslim yang menghafalnya.
Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM - Sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari dan mengajarkan Alquran.
Alquran merupakan kita suci umat Islam yang dijadikan sebagai pedoman kehidupan.
Wajib hukumnya untuk membaca dan mengamalkan Alquran, apalagi tersimpan pahala luar biasa bagi umat muslim yang menghafalnya.
Bahkan seseorang yang menghafal Alquran akan diangkat derajatnya di sisi Allah.
"Sesungguhnya Allah mengangkat sebagian kaum berkat Al Quran, dan Allah menghinakan kaum yang lain, juga karena Al Quran." (HR. Ahmad & Muslim)
Inilah kisah Nilam, seorang anak dari Suku Anak Dalam yang hafal 22 juz Alquran.
Bahkan perjuangannya tanpa ditemani kehadiran satu orangtua pun.
Kisah haru ini dibagikan melalui kanal YouTube Wakaf Quran pada Oktober 2020 lalu.
Baca juga: VIRAL Seorang Bocah Fasih Lantunkan Ayat Suci Alquran dengan Suaranya Amat Merdu, Bikin Adem!

Baca juga: Tuhan Tak Tidur, Bocah Pemulung yang Baca Alquran di Jalanan itu, Jadi Anak Angkat Syekh Ali Jaber
Nilam hanyalah beberapa dari Suku Anak Dalam yang memutuskan memeluk agama Islam kemudian memperoleh kesempatan nyantri di pondok pesantren.
Kini Nilam tengah menimba ilmu di pondok pesantren Kasyiful Ulum, Sungai Gelam, muaro Jambi.
"Alhamdulillah saya menghafal Alquran dapat 22 juz," ungkapnya.
Nilam juga mengungkapkan jika hatinya tergerak untuk masuk Islam lantaran keinginan dan juga pengaruh lingkungannya.
"Pengennya masuk Islam, memang maunya masuk Islam, karena saya mempunyai teman banyak, terus teman saya ini masuk Islam semua dan saya sendiri yang belum dan saya ingin mencoba masuk Islam," ungkapnya.
Sebelum memutuskan untuk memeluk Islam, diakui Nilam jika dirinya dan orangtua dulunya tak memiliki agama.
"Nggak punya agama dulu, kalau bapak sudah meninggal, tapi kalau mama gak tau karena berpisahnya masih kecil dulu," ujar Nila.