Warga Talang Ubi Keluhkan Kondisi Jalan Rusak, Truk Pengangkut Kayu Memperparah Kerusakan

Jalan lintas Simpang Raja Kecamatan Talang Ubi menuju Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kondisinya memprihatinkan

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/reigan
Anggota DPRD PALI saat meninjau jalan logging yang dikeluhkan warga. 

SRIPOKU.COM, PALI - Jalan lintas Simpang Raja Kecamatan Talang Ubi menuju Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kondisinya semakin hari kian memprihatinkan. 

Tak hanya berlubang dan bergelombang, namun pada musim penghujan kondisi ruas jalan ini diperparah dengan banyaknya tanah merah, sehingga tak jarang menghambat lajur kendaraan. 

Terutama, ruas jalan yang menjadi jalur lintasan mobilisasi angkutan kayu milik PT Musi Hutan Persada (MHP) yang lebih kurang sepanjang 2 KM. 

Kondisi jalan yang rusak tersebut tak sedikit dikeluhkan sejumlah pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat. 

Supran warga Jerambah Besi, salah satu pengguna jalan yang biasa beraktivitas di kawasan ini mengeluhkan ketidaknyamanan berkendara saat melintas di jalur tersebut. 

"Mobil sering nyangkut dan kadang jalur itu macet karena antrian kendaraan angkutan kayu terjebak di jalan rusak bahkan tak jarang mobil kayu terbalik." ungkap Supran, Selasa (29/12/2020).

Menurutnya, seharusnya kehadiran sebuah perusahaan setidaknya harus membantu perekonomian warga masyarakat sekitar. 

"Untuk itu kami minta pemerintah mencabut izin melintas perusahaan itu karena tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Bukannya membantu, malah menghambat aktivitas sehari-hari," jelasnya. 

Melihat kondisi itu, anggota Komisi II DPRD PALI Saipul Hamid geram dan langsung turun ke lokasi meninjau jalan tersebut. 

"Jalan ini milik rakyat dan telah dibangun oleh pemerintah PALI. Tapi hancur oleh aktivitas PT MHP. Meski diperbaiki oleh perusahaan, tetapi tetap akan hancur lagi karena perbaikan tidak sebanding dengan beban kendaraan dan padatnya aktivitas mobilisasi angkutan kayu," kataSaipul Hamid. 

Untuk atasi masalah itu, Saipul Hamid menyebut satu-satunya solusi adalah PT MHP harus membuat jalan sendiri. 

"Harus buat jalan sendiri, jangan rusak jalan rakyat. Komisi II dalam waktu dekat akan memanggil pihak PT MHP," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT MHP Iyan Adha menyebut bahwa dia akan berkoordinasi dengan bagian konstruksi. 

"Kami konfirmasi ke bagian konstruksi dahulu," katanya.(cr2)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved