Covid 19

Ratusan Turis Asal Inggris Lari dari Karantina, Terkait Varian Baru Covid-19

Ratusan wisatawan Inggris melarikan diri dari karantina di sebuah resort ski di Swiss. Hampir seluruh Negara Uni Eropa menutup wilayahnya.

Editor: Sutrisman Dinah
Net
ILUSTRASI. Varian baru virus corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris, kemudian ditemukan di delapan negara; dikabarkan varian baru virus corona ini ditemukan di Asia Tenggara. 

SRIPOKU.COM -- Ratusan tamu asal Inggris yang dikarantina di sebuh resort ski di Swiss, dikabarkan melarikan diri. Sebagian diantaranya diketahui berada di beberapa Negara Uni Eropa, termasuk diantaranya Perancis.

Warga Inggris tersebut dikarantina setelah ditemukannya varian baru virus corona yang dikabarkan lebih menular. Mereka tertahan di Resort Ski Verbier, Swiss, kemudian mereka diketahui berada di negara Perancis.

Otoritas pemerintah Swiss pada hari Minggu (27/12/2020) lalu, mengatakan warga Inggris itu “tertahan” di Verbier, sebuah desa di pegunungan yang terletak di wilayah Kota Bagnes di Canton Valais. Kawasan tersebut merupakan tempat bermain ski yang populer bagi turis Inggris.

Juru bicara kota Bagnes, Jean-Marc Sandoz, mengatakan bahwa pihak berwenang Swiss telah mengidentifikasi 420 tamu berasal dari Inggris, dan mereja telah diperintahkan untuk dikarantina sebelum Natal.

Baca juga: Indonesia Larang Warga Asing Masuk, Hindari Ancaman Virus Varian Barun Covid-19

Baca juga: ASIA Kebobolan, Varian Baru Covid 19 yang Menyebar di Inggris Masuk Jepang: Menkes Bentuk Timsus

Sekitar 50 segera melarikan diri, dan dari 370 orang yang tersisa, hanya ditemukan kurang dari 12 orang yang masih bertahan di sana pada hari Minggu (27/12), kata Sandoz. Dikatakan, beberapa warga Inggris yang melarikan diri dari status karantina itu telah muncul kembali di Perancis.

"Banyak dari mereka tinggal di karantina selama sehari, sebelum mereka pergi tanpa pemberitahuan saat hari masih gelap," katanya.

Menurut media lokal, pelaku bisnis perhotelan mulai mencurigai "kepergian diam-diam" mereka karena panggilan ke ruang karantina "berulang kali tidak dijawab" dan makanan yang tersisa di depan kamar "belum disentuh."

"Itu adalah minggu terburuk yang pernah kami alami," kata Sandoz, seperti dikutip Tribunnews.com daro  kepada surat kabar Sonntags Zeitung.

Baca juga: Indonesia Waspadai Virus Corona Varian Baru, Menteri Kesehatan Bentuk Tim Kajian Khusus

DIkatakan, sebagai situasi seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dia mengatakan, Bagnes merasa ditinggalkan baik oleh pemerintah federal dan daerah.

Sandoz mengecam keputusan pemerintah Swiss yang secara tergesa-gesa memberlakukan persyaratan karantina bagi wisatawan Inggris yang sudah telanjur datang.

"Kami memahami kemarahan mereka (wisatawan Inggris)," katanya.

Pada 20 Desember, Swiss telah memblokir semua penerbangan dari Inggris dan Afrika Selatan. Kebijakan ini diberlakukan sehubungan dengan ditemukannya varian baru virus corona yang ditemukan di negara-negara tersebut.

Sehari kemudian, otoritas Swiss memerintahkan semua orang yang telah tiba sejak 14 Desember untuk dikarantina selama 10 hari, terhitung sejak tanggal kedatangan mereka.****

Sumber: ratusan-tamu-asal-inggris-kabur-dari-karantina-resor-ski-di-swiss

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved