Detik-detik Sekum PP Muhammadiyah Tolak Tawaran Jokowi Jadi Wakil Mendikbud, Saat Jelang Pelantikan
Ia menuturkan, bagi Muhammadiyah memangku jabatan di pemerintahan bukanlah masalah besar, karena Muhammadiyah cukup mandiri dan otonom
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Tak ada tekanan atau persoalan dengan pemerintahan atau pimpinan PP Muhammad, Abdul Muti namun fakta bahwa Detik-detik Sekum PP Muhammadiyah Tolak Tawaran Jokowi Jadi Wakil Mendikbud, Saat Jelang Pelantikan menjadi perhatian para politisi dan praktisi, ada apa dengan Muhamadiyah.
Benarkah Muhammadiyah memiliki menjaga jarak dengan pemerintah Jokowi? hal inilah yang kemudian ditepis oleh Abdul Muti, bahwa mereka tak masalah dengan pemerintah.
Namun persoalan yang paling pokok menurut Sekum PP Muhammadiyah, bahwa dia merasa tak mampu menerima beban amanah ini, maka kemudian melolak jawatan wakil menteri Mendikbud.
Berikut detik-detik bagaimana Abdul Muti Tolak Tawaran Jokowi Jadi Wakil Mendikbud sebagaimana dilansir dari Kompas.com dan tribunnews.
Apalagi penolakan wakil mentri Mendikbud itu dinyatakan malam sebelum pelantikan, usai menyampaikan hal ini Abdul Muti mengaku lega.
Sudah Dihubungi akan Dilantik Rabu Weton
Detik-detik Sekum PP Muhammadiyah Tolak Tawaran Jokowi Jadi Makil Mendikbud Terungkap Jelang Pelantikan
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Muti menceritakan bagaimana detik-detik dirinya menolak tawaran menjadi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Sebelumnya, nama Abdul Muti sendiri sempat masuk radar Presiden Jokowi untuk menempati posisi wakil menteri pendidikan dan kebudayaan setelah ada keputusan untuk melakukan reshuffle.
Bahkan namanya pun sempat masuk dalam daftar orang yang akan dilantik Presiden Jokowi, Rabu (23/12/2020) bersama enam menteri dan lima wakil menteri lainya.
Kepada Kompas.com, Abdul Muti bercerita, dirinya sempat dihubungi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Mendikbud Nadiem Makarim, Selasa (22/12/2020) terkait jabatan wakil menteri.
Mengaku Lega
Mendapat tawaran tersebut, dirinya mengaku harus bermusyawarah kepada pihak keluarga dan meminta nasihat dan petunjuk kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.
"Perasaan saya biasa saja (ketika mendapat telepon). Saya sampaikan kepada Mendikbud, saya harus musyawarah dengan keluarga dan minta nasihat Pak Haedar selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah," ujarnya melalui aplikasi pesan WhatsApp, Kamis (24/12/2020).
Setelah melalui berbagai pertimbangan, dirinya kemudian memutuskan untuk tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju tersebut.