news
Aneh, Ormas Berbaret Mirip Kopassus, Kostrad, Marinir, Padahal Rakyat Sipil: Ini Alasannya
Anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti maraknya penggunaan atribut militer yang digunakan masyarakat sipil.
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti maraknya penggunaan atribut militer yang digunakan masyarakat sipil.
Bahkan, penggunaan atribut militer oleh warga sipil mudah ditemui di mana-mana, mulai dari stiker militer, baju, celana, jaket, hingga seragam militer.
"Padahal selain melanggar hukum, penggunaan seragam dan atribut militer oleh masyarakat sipil sangat membahayakan dirinya sendiri," kata Hasanuddin kepada wartawan, Jumat (11/12/2020).
Hasanuddin menegaskan, aplikasi dari perlindungan sipil tertuang dalam Distinction Principle (prinsip perbedaan).
Di mana, dalam negara yang sedang berperang, maka penduduknya dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu combatan (kombatan) dan civilian (masyarakat sipil).
Bila terjadi konflik militer, imbuhnya, maka masyarakat sipil yang menggunakan seragam kombatan dapat menjadi sasaran tembak kelompok militer.
"Sebetulnya kalau mau jujur, seragam militer atau seragam mirip militer itu dilarang, malah bukan hanya di dalam negeri."
"Dalam aturan internasional tentang perang soal kriteria kombatan, masyarakat sipil tidak dibenarkan memakai seragam kombatan.
"Dan sebaliknya, yang bertempur wajib memakai seragam combatan," ucapnya.
Politikus PDIP itu memandang, pelarangan penggunaan seragam kombatan ini bukan tanpa tujuan.
Kombatan dengan seragam dan atribut mliter yang dikenakan, imbuhnya, menjadi petunjuk bahwa mereka adalah kelompok yang secara aktif ikut dalam medan perang.
Sehingga. legal untuk menyerang atau diserang, menembak atau ditembak, dan bahkan membunuh atau dibunuh.
"Bahkan, dalam konvensi Jenewa seorang kombatan hanya boleh menyebutkan 4 informasi."
"Yakni nama, pangkat, nomor register pokok dan kesatuan yang tertera dalam seragamnya," ucapnya.
Ia menambahkan, sudah saatnya istilah laskar, panglima ormas , front dan lain-lain di Indonesia harus ditertibkan.
Termasuk juga, tegas Hasanuddin, penggunaan seragam dan organisasi-organisasi mirip
kombatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/razia-atribut-militer_20161115_190323.jpg)