Penjualan Sapu Ijuk Di Lubuklinggau Turun 50 Persen
Kakek berusia 68 tahun ini mengaku hampir delapan bulan terakhir ini barang dagangannya sepi dari pesanan dan sepi pembeli semenjak pandemi Covid-19
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Goncangan pandemi virus Corona (Covid-19) membuat semua sektor usaha terkena imbasnya, termasuk penjualan sapu ijuk di Lubuklinggau, Sumatra Selatan (Sumsel).
Hal itu dirasakan Mulyo Rejo, warga RT 02 Jl. Sakinah Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau.
Kakek berusia 68 tahun ini mengaku hampir delapan bulan terakhir barang dagangannya sepi pesanan dan sepi pembeli semenjak pandemi Covid-19.
"Sekarang gara-gara Covid-19 ini penjualan kita turun 50 persen, anjlok total sekarang," ungkap Mulyo Rejo pada wartawan, Jumat (27/11/2020).
Namun meski begitu, kakek yang sudah menekuni usaha sejak tahun 1990 ini tetap berjuang agar usahanya tetap berjalan di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit imbas pandemi Corona.
Di tengah sepinya pesanan, ia harus menghidupi keluarga dan para pekerjanya.
Setiap hari mereka bekerja di belakang rumahnya yang disulap menjadi tempat pembuatan sapu ijuk.
"Kemarin sebelum pandemi pekerja kita ada empat orang, tapi sekarang yang bekerja hanya dua orang, itu pun tidak tiap hari lagi karena turunnya jumlah pesanan," ungkapnya.
Ia mengaku dulu sebelum pandemi dalam satu bulan bisa mengirim 6.000 sapu ijuk ke Provinsi Jambi, Bengkulu, Lampung dan Kabupaten Lahat.
Namun saat ini mengirim 3.000 sapu ijuk juga susah.
"3.000 itu juga tidak rutin terputus-putus, kalau ada permintaan baru kita kirim.
Biasanya dulu empat hari sekali sudah ada permintaan, sekarang seminggu sekali kadang tidak ada permintaan," ujarnya.
Ia menuturkan, selain menjual sapu ijuk, juga mengirim ijuk untuk bahan pembuatan sumur bor, namun, akhir-akhir ini permintaan ijuk untuk bahan sumur bor juga turun drastis.
"Kalau bahan ijuknya banyak, bahkan sangat banyak dari Curup, tapi kalau bahan banyak (banjir) juga percuma, karena permintaannya sepi," ujarnya.
Untuk menyiasati turunnya pendapatan permintaan usahanya saat ini, ia terpaksa juga menjual berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya seperti sikat dan keset kaki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sapujpg.jpg)