Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Ekspor Benih Lobster Disoroti
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap KPK, Rabu dinihari, langsung dikaitkan bisnis ekspor benih lobster.
SRIPOKU.COM - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango, mengonfirmasi penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) ini terjadi Rabu (25/11) dinihari di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
"Benar kita telah mengamankan sejumlah orang pada malam dan dinihari tadi," kata Pomolango, seperti dikutip Kompas.com, Rabu pagi ini.
Pimpinan KPK ini belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait OTT KPK terhadap pejabat tinggi Negara yang baru pulang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.
Belum diketahui kasus dugaan korupsi yang menjerat Menteri Edhy. Namun diduga terkait dengan tugas-tugasnya sebagai Menteri KKP.
Baca juga: KPK Konfirmasi OTT Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo
Baca juga: BREAKING NEWS :17.640 Benih Lobster Gagal Dikirim ke Singapura dari Bandara SMB II Palembang
Tidak banyak kebijakan Menteri Edhy Prabowo yang selama ini menjadi sorotan media, selain kontroversi benih lobster. Edhy Prabowo membukan izin ekspor benih lobster, padahal Menteri Susi Pudjiastuti (meneteri sebelumnya) melarang ekspor "bayi-bayi" lobster.
Bukan hanya mengeluarkan kebijakan kontroversial, Menteri Edhy Prabowo, sempat bersetru dengan Susi Pudjiastuti terkait kebijakan tersebut.
Masing-masing menyampaikan argumentasi terkait kebijakan pengurasan kekayaan alam ini.
Menjelang akhir tahun pertama kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin, selama bulan Agustus 2020, ekspor benih lobster mengalami peningkatan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terjadi lonjakan ekspor mencapai 6,43 juta dollar AS atau Rp 94,5 miliar (kurs Rp14.700).
Ekspor benih lobster itu meningkat selama pandemi Covid-19, dengan berat keseluruhan mencapai 4.216 kilogram.
Kepala Pusat Karantina Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Riza Priyatna mengatakan, meningkatnya ekspor pada Agustus 2020 ini terjadi karena berlimpahnya benih lobster.
"Melihat BPS terkait ekspor lobster (lobster konsumsi, lobster muda dan benih bening lobster) kemungkinan iya mencapai angka tersebut. Ini di sebabkan adanya kelimpahan benih," kata Riza seperti dikutip Kompas.com, September lalu.
Kendati ekspor meningkat, BPS memastikan budidaya benih pun berjalan dengan baik. "Budidaya berjalan dengan baik dan ekspor yang sesuai permintaan pasar," kata Riza.
Berdasarkan data BPS, ekspor benur pada Agustus ini mengalami kenaikan sebesar 75,20 persen dibanding Juli 2020. Pada Juli, ekspor mencapai 3,67 juta dollar AS dengan berat 1.389 kilogram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/1125-edhy-prabowo.jpg)