Cuaca Ekstrem dan Intesitas Curah Tinggi, Warga Pagaralam Waspada Longsor dan Banjir Badang

(BPBD) Kota Pagaralam telah memetakan wilayah di Kota Pagaralam yang rawan bencana. Hampir semua kecamatan rawan bencana

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Azwir Ahmad
Istimewa/handout
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem dan curah hujan intensitas tinggi di 28 wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan. Cuaca ekstrem ini muncul akibat sirkulasi siklonik yang terpantau di beberapa daerah. 

BMKG menganalisis, kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam sepekan ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, dalam periode sepekan dari 21 hingga 26 November, terdapat potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang.

Terkait hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam telah memetakan wilayah di Kota Pagaralam yang rawan bencana. Bahkan dari hasil pemetahan seluruh Kecamatan di Pagaralam sangat rawan bencana.

Kepala BPBD Pagaralam, Patriot A Mundra melalui Sekretarisnya, Herdensi mengatakan, bahwa seluruh wilayah yang ada dilima kecamatan di Pagaralam rawan bencana.

"Jika dari hasil pemetaan yang kami lakukan semua wilayah di Pagaralam rawan bencana mulai dari tanah longsor, banjir bandang hingga banjir bandang," ujarnya.

Namun dari lima kecamatan ada tiga kecamatan yang terpeta sangat rawan terkena becana dari Gunung Api Dempo (GAD) jika terjadi erupsi merapi dempo.

"Tiga kecamatan yang sangat rawan bencana erupsi merapi dempo yaitu Pagaralam Utara, Pagaralam Selatan dan Dempo Utara. Hal ini disebabkan ketiga kecamatan ini beberapa wilayahnya berada dibawah kaki Gunung Dempo," katanya.

Terkait hal ini BPBD Pagaralam meminta masyarakat Pagaralam untuk waspada selama musim penghujan ini. Pasalnya potensi bencana lebih rawan mulai dari tanah longsor, banjir bandang hingga puting beliung. 

"Kami imbau masyarakat yang berada dikawasan perbukitan dan ditepi sungai untuk lebih waspada selama musim penghujan ini," imbaunya.(one)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved