Status Jomblo Bukan untuk Diratapi, tapi Dicoba dengan 5 Tips Berikut Ini Agar Lebih Percaya Diri
Bangun persahabatan dengan orang lain. Bersentuhanlah secara langsung dengan orang lain entah teman, saudara, atau yang berpotensi menjadi sahabat
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Menjadi jomblo memang tidak enak.
Merasa sendiri seakan terasingkan.
Merasa sedih seolah tersisih.
Usia terus bertambah, si jomblo tetap ogah pergi.
Khawatir dan cemas.
Meski ada juga yang cuma bisa pasrah.
Suatu saat nanti pasti si jomblo pergi.
Yang datang adalah pasangan.
Lega rasanya jika terealisasi.
Kalau tidak gimana?
Biasa-biasa sajalah.
Sebab, meskipun jomblo ita bisa hidup makin bahagia hingga menemukan pujaan hati de ngan 5 tips jomblo bahagia yang dilansir dari Huff Post.
Baca juga: Ternyata Hari Jomblo Sedunia Berawal dari Respons Orang-orang Lajang di Negeri Tirai Bambu, China
1. Bangun Persahabatan
Bangun persahabatan atau koneksi dengan orang lain.
Bersentuhanlah secara langsung dengan orang lain entah itu teman, saudara, atau siapa pun yang berpotensi menjadi sahabat.
Pastikan kita tak berdiam diri tetapi aktif membangun hubungan dengan orang lain.
2. Pahami Masa Depan
Membayangkan jika kita masih jomblo di usia 35 atau 40an hanya akan menambah beban pikiran.
Pahami soal masa depan yang tidak pasti dan fokuslah pada hari ini.
Jangan menambah sedih dengan pikiran negatif tentang masa depan.
Baca juga: JANDA Cantik Ini Ketemu Pria Sales Asuransi di TikTok, 4 Tahun Jomblo, Ini yang Terjadi Selanjutnya!
Baca juga: Termasuk Virgo, 4 Zodiak Tak Pernah Pusingkan Soal Asmara Tak Heran Mereka Betah Menjomblo
3. Jangan Kapok Berkencan
Jangan kapok berkencan, jika gagal coba lagi dan lagi.
Terbuka pada dunia luar dan berinteraksi.
Kita tak pernah mengetahui siapa yang cocok, jika tak berani memulai hubungan pertemanan, kencan hingga mencapai pernikahan.
4. Berkomunitas
Bergabunglah dengan komunitas tertentu yang membuat kita semakin mengenal banyak orang.
Jodoh bisa datang dari mana saja termasuk komunitas.
Temukan komunitas itu sekarang!
5. Stop Ekspektasi
Kekecewaan muncul dari ekspektasi atau harapan pada orang lain.
Hanya karena kita berhubungan atau berkencan beberapa kali dengan seseorang tak mutlak ia harus menjadi jodoh kita.
Ingat, cinta tak bisa dipaksakan!