Ternyata Hari Jomblo Sedunia Berawal dari Respons Orang-orang Lajang di Negeri Tirai Bambu, China

Tanggal ini diapit periode dua agenda penting di China, yakni Hari Nasional (setara Hari Kemerdekaan) pada awal Oktober dan tahun baru pada Januari

Editor: aminuddin
kife.hu
Ilustrasi. Philophobia. 

SRIPOKU.COM, CHINA - Hari Rabu (11/11) kemarin diperi ngati Single Day atau Hari Jomblo Sedunia. 

Berikut ini kami sajikan sejarah Single Day. 

Selamat membaca ..

Single Day atau Hari Jomblo Sedunia awalnya berasal dari China

Single Day seakan menjadi antitesis dari Hari Valentine. 

Bila ditelusuri muasalnya, momen Singles Day berasal dari respons orang-orang lajang di negeri China.

Tidak pasti siapa yang sebetulnya pertama kali memulai perayaan ini.

Tapi saduran dari The Telegraph menceritakan bahwasanya para mahasiswa jomblo di Unversitas Nanjing-lah yang memulai perayaan “Singles Day" dalam lingkup kampus pada tanggal 11 November ketika era 90-an.

Masing-masing angka 1 dari tanggal itu menjadi representasi ideal sebuah status lajang.

Baca juga: JANDA Cantik Ini Ketemu Pria Sales Asuransi di TikTok, 4 Tahun Jomblo, Ini yang Terjadi Selanjutnya!

Alih-alih merayakan kesendirian dengan bermuram durja, para mahasiswa ini mengapresiasi diri sendiri lewat bermacam hal yang menyenangkan hati.

Mulai dari makan enak sampai kenyang, karaokean, hingga belanja berbagai barang yang sebenarnya telah lama ingin dimiliki.

Intinya, mereka ingin ada hari yang nyata untuk berpuas diri tak sekadar sibuk belajar dan bergumul dengan buku-buku tebal sains.

Baca juga: Jane Park, Gadis Kaya Raya yang Tetap Menjomblo Sampai Saat Ini, Ingin Mencari Pacar, Anda Berminat?

Awal mula Singles Day dan promo 11.11 ini masih biasa-biasa saja sampai kurun tahun 2000-an awal.

Levelnya masih berbatas pada tradisi perayaan kejombloan di China

Namun gegap gempitanya menanjak drastis setelah Alibaba menciptakan parade belanja online penuh diskon selama hari Singles Day pada tanggal 11 November 2009.

Tebaran potongan harga khusus hari itu mampu menggoda mata dan memunculkan hasrat yang kemudian bermuara ke dompet para konsumen di China.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved