Poltekpar Palembang Memperkenal Pendidikan Berbasis Pariwisata kepada Masyarakat

Politeknik Negeri Pariwisata (Poltekpar) Palembang menggelar gelar diskusi faktual bersama Kemenparekraf, Pemerintah Sumsel dan stakeholder terkait

Editor: Sudarwan
Dok Poltekpar Palembang
Mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Negeri Pariwisata Palembang atau Poltekpar Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Politeknik Negeri Pariwisata (Poltekpar) Palembang menggelar gelar diskusi faktual bersama Kemenparekraf, Pemerintah Sumsel dan stakeholder terkait, belum lama ini.

Dalam acara yang berlangsung di Auditorium Hotel Aryaduta Palembang itu beragendakan bagaimana mengenalkan pendidikan berbasis pariwisata kepada masyarakat khususnya kota Palembang.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Poltekpar Palembang Zulkifli Harahap.

Zulkifli Harahap mengatakan Poltekpar Palembang merupakan sebuah perguruan tinggi berbasis pariwisata yang masih tergolong baru.

Poltekpar Palembang berdiri pada tahun 2016, dengan memiliki 4 Prodi di dalamnya antara lain Prodi Pengelolaan Konvensi dan Acara (D4, Divisi Kamar (D3), Seni Kuliner (D3), dan Tata Hidang (D3).

Pihaknya memerlukan sebuah strategi komunikasi agar bisa berdampingan dengan masyarakat, guna memperkenalkan lagi bagaimana bidang pariwisata itu sebagai ilmu pengetahuan terapan.

Bersama dengan lima PTNP lainnya yang berada di Makassar, Medan, Bandung, Lombok dan Bali. Palembang memiliki fokus pengembangan wisata yang berafiliasi dengan program pemerintahan baik pusat ataupun daerah.

Misalnya, Makassar fokus dengan pengembangan wisata kelautan, Medan dengan wisata geopark, Lombok pengembangan wisata halal, Bali wisata Budaya, dan Bandung pengembangan wisata kuliner.

Palembang sendiri menaruh fokus pengembangan wisata olah raga, melanjutkan kontribusi pada Asean Games 2018 lalu.

“Intinya bagaimana kita formulasikan strategi komunikasi yang tepat. Kita pakai klaster dan lokal-nasional-internasional,” kata Zulkifli Harahap.

“Lakukan branding images untuk bisa sampaikan pendidikan wisata ke masyarakat,” ujar Zulkifli Harahap.

Asisten administrasi dan umum Prof Edward yang mewakili Gubernur Sumatera Selatan mengharapkan Poltekpar Palembang mampu menciptakan lulusan sebagai tenaga pemasar potensi lokal atau yang disebutnya sebagai Chief Officer Marketing Local Wisdom.

“Poltekpar dengan potensi yang dimilikinya harus mampu menjadi motor penggerak memperkenalkan kearifan lokal,” harap Edward.

Senada dengan Edward, Direktur Komunikasi Kemenparekraf Agustini Rahayu mengatakan Palembang mempunyai ragam kearifan lokal yang dikemas secara kreatif oleh kreator Palembang.

Bahkan dikenal sampai Eropa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved