Breaking News:

Pilkada 2020 di Sumsel

40 TPS di Musirawas Blankspot, KPU Minta Petugas Cari Jaringan Terdekat Kirim C-Hasil-KWK ke Sirekap

Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musirawas diketahui

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Ahmad Farozi
Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Musirawas memperlihatkan contoh dokumen C-Hasil-KWK hasil simulasi yang akan dikirim petugas KPPS melalui aplikasi Sirekap, Jumat (20/11/2020). 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musirawas diketahui, sebanyak 40 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 814 TPS untuk pemilihan serentak tahun 2020 di Kabupaten Musirawas tak tersambung jaringan internet.

Lokasi TPS tanpa jaringan internet ini terletak di Kecamatan Muara Lakitan dan Kecamatan BTS Ulu, masing-masing sebanyak 20 TPS.

"Kami sudah memetakan lokasi TPS tanpa jaringan internet, dan jumlahnya sebanyak 40 TPS.

Data ini sudah kita kordinasikan dengan pihak Dinas Kominfo Musirawas, dan hasilnya sama bahwa di lokasi 40 TPS tersebut memang tanpa jaringan internet. Yaitu 20 TPS di Muara Lakitan dan 20 TPS di BTS Ulu," kata Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Musirawas, Apandi kepada Sripoku.com, Jumat (20/11/2020).

Pemetaan lokasi TPS tanpa jaringan internet ini diperlukan kata Apandi, karena untuk rekapitulasi hasil penghitungan suara, dikirimkan ke KPU melalui aplikasi Sirekap atau singkatan dari Sistem Informasi Rekapitulasi.

Sirekap ini menjadi alat bantu penghitungan dan rekapitulasi suara.

Dikatakan, untuk mengatasi kendala TPS tanpa jaringan ini, maka petugas di lapangan dapat mencari lokasi terdekat yang sinyal internetnya kencang.

Setelah dapat sinyal, maka petugas bisa masuk ke aplikasi Sirekap untuk selanjutnya mengirimkan foto formulir C-Hasil-KWK melalui aplikasi tersebut.

KPU dan PPK tidak lagi menerima salinan C-Hasil-KWK, tapi menerima data tersebut dari Sirekap.

Yang menerima salinan C-Hasil-KWK secara manual adalah satu rangkap Panwaslu Kelurahan atau Pengawas TPS.

Kemudian satu rangkap masing-masing saksi sesuai jumlah paslon dan satu rangkap ditempel di TPS selama tujuh hari.

"Artinya foto salinan C-Hasil-KWK itu wajib dikirim. Karena itu bagi TPS yang lokasinya tidak ada jaringan internet, maka petugas KPPS bisa mencari lokasi terdekat yang ada jaringan, untuk selanjutnya segera mengirimkan data C-Hasil-KWK melalui aplikasi Sirekap," katanya.

Adapun salinan dokumen C-Hasil-KWK yang harus dikirim ke aplikasi Sirekap ini kata Apandi, yaitu untuk lembar pertama yang memuat tentang data pemilih dan pengguna hak pilih, pemilih disabilitas dan penggunaan surat suara.

Kemudian lembar kedua adalah data suara sah dan tidak sah dan data perolehan suara pasangan calon. Dan lembar ketiga salinan adalah jumlah perolehan suara.

"Terkait penggunaan aplikasi Sirekap ini, pada 21 Nopember 2020, akan dilaksanakan simulasi Sirekap secara nasional. Untuk Musirawas, kita pusatkan di Desa Tambangan Kecamatan BTS Ulu," katanya. (ahmad farozi)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved