Breaking News:

Budidaya Terong Ungu SMK PP Negeri Sembawa

SMK PP Negeri Sembawa menambah keragaman tanaman holtikultura yang di budidayakan di Lahan Praktik, dengan menanam terong Lezata F1 Panah Merah

SMK PP Negeri Sembawa
Budidaya Terong Ungu SMK PP Negeri Sembawa 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN – SMK PP Negeri Sembawa menambah keragaman tanaman holtikultura yang di budidayakan di Lahan Praktik, dengan menanam terong Lezata F1 Panah Merah.

Walaupun hanya berjumlah 300 batang namun terong ungu ini memiliki hasil produksi yang baik dan lebih tahan terhadap hama, serta pemasarannya yang mudah.

Terong atau terung (Solanum Melongena) adalah tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran, berkerabat dekat dengan kentang dan leunca (pokak), dan agak jauh dari tomat.

Selain India, Indonesia dipercaya merupakan asal tanaman terong. Tanaman ini banyak dijumpai tumbuh liar di hutan-hutan kita.

Namun, saat ini terong ditanam meluas diberbagai belahan bumi.

Budidaya terong juga berlangsung singkat hanya dalam waktu 2 bulan sejak tanam sudah dapat dipanen, karena itu terong menjadi salah satu jenis sayuran dengan prospek yang menjanjikan.

“Diantara jenis terong yang banyak dibudidayakan oleh petani adalah terong ungu, terong ungu merupakan salah satu jenis terong yang banyak dibudidayakan di Indonesia, karena harga jual yang tinggi dan juga permintaan yang sangat banyak. Oleh karena itulah kami memilih terong ungu,” tutur Afrida penanggung jawab tanaman.

Terong ungu adalah sayuran yang padat nutrisi. Tidak hanya vitamin, mineral dan serat di dalamnya juga menjadi sumber manfaat terong ungu untuk kesehatan tubuh kita.

Budidaya Terong Ungu SMK PP Negeri Sembawa
Budidaya Terong Ungu SMK PP Negeri Sembawa (SMK PP Negeri Sembawa)

Seporsi terong ungu atau sekitar 80 gram, mengandung 20 kalori, 3 gram serat, 1 gram protein, 5 gram karbohidrat, 5 persen folat dari rekomendasi konsumsi harian, 5 persen kalium dari rekomendasi konsumsi harian, 10 persen mangan dari rekomendasi konsumsi harian, 4 persen vitamin K dari rekomendasi konsumsi harian dan 3 persen vitamin C dari rekomendasi konsumsi harian.

Terong cocok jika ditanam di musim kemarau, agar produksinya optimal dibutuhkan cara dan waktu budidaya yang tepat, selain itu diperlukan pula benih yang jelas daya produksinya dan dapat diterima pasar.

Halaman
12
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved