Pemilu AS

Pendukung Joe Biden Menari di Jalan, Kubu Trump Bawa Senjata

PENDUKUNG calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden,menari-nari di jalan kota Philadelphia, Jumat malam atau Sabtu pagi WIB.

Editor: Sutrisman Dinah
AFP / SAUL LOEB via Kompas.com
Calon presiden AS Joe Biden 

SRIPOKU.COM --- -Pendukung calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden, menari-nari di jalan-jalan di luar pusat penghitungan suara di Kota Philadelphia, Pennsylvania, Jumat (6/10). Pendukung Joe Biden meluapkan rasa puas atas hasil penghitungan suara pemilihan.

Dari hasil penghitungan suara populer ini, nantinya akan ditentukan siapa yang akan akan memperoleh dukungan Dewan Elektoral. Suara elektoral ini diberikan kepada Joe Bidan atau sebaliknya menjadi milik pasangan calon presiden petahana Donald Trump - Mike Pence.

Berdasarkan hitung cepat The Associated Press (AP), Biden unggul di Pennsylvania dengan perolehan 3,337,069 suara (49,6 persen). Sementara capres dari Partai Republik Donald Trump memperoleh 3,308,192 suara (49,2 persen).

Dengan keunggulan di Pennsylvania, Biden hampir dipastikan memenangi Pilpres AS tahun 2020, karena akan melampaui ambang batas minimal 270 suara electoral college. Saat ini Joe Biden mengantongi 264 suara elektoral, sementara Donald Trump 214 electoral vote. 

Di sejumlah negara bagian, pendukung Biden bersorak kepada petugas pemungutan suara untuk "menghitung setiap suara," kadang-kadang berdansa setiap kali seseorang memutar lagu Beyonce atau lagu Missy Elliott di pengeras suara.

Baca juga: Berikut Janji Joe Biden di Hari Pertama Jabat Presiden AS: Kami Dapat Selamatkan Banyak Nyawa

Seorang guru studi sosial, Sean Truppo (37), menyalakan kembang api setelah terbangun oleh berita Biden menyalip Trump dalam hitungan negara bagian Pennsylvania. Sebelum menempatkan putrinya yang berusia 4 tahun di kereta dorong untuk bergabung dengan kerumunan di luar Pusat Konvensi Philadelphia.

"Putri saya lahir saat pemerintahan Trump dan saya ingin dia menyaksikan akhir dari Trump," katanya.

Pemandangan berbeda terjadi di Detroit, kawasan basis warga warga keturunan Afro-Amerika, ratusan pendukung Presiden Donald Trump, terlihat membawa senjata. Meraka melantunkan teriakan yang dianggap prematur, "Kami menang!" di luar pusat penghitungan, meskipun kemenangan Trump terlihat semakin tidak mungkin, Reuters melaporkan.

Beberapa pendukung Trump bersikeras, ada sesuatu yang salah dengan penghitungan suara. Pendukung Trump membawa senapan dan pistol saat berdemonstrasi di luar pusat penghitungan di Detroit dan Phoenix, Arizona.

Mereka mengenakan seragam berupa topi bisbol merah "Make America Great Again", beberapa orang berlutut saat memanjatkan doa.

Seorang perawat Gary Smith (69) datang dari Casco, Michigan, untuk menghadiri demonstrasi di luar pusat penghitungan Detroit. "Ada banyak suara palsu yang telah dihitung," kata Smith.

Smith berharap, sebagian besar surat suara yang masuk melalui pos akan dianggap ilegal. "Kami akan melanjutkan gugatan, protes, siapa tahu, mungkin pembangkangan sipil," katanay.

Sementara itu, sikap irasional diperlihatkan kubu pendukung Donald Trump. Penasihat spiritual Donald Trump, Paula White-Cain "memanggil roh" agar Trump dapat meraih kemenangan.

White lantas memimpin kebaktian agar mendatangkan kemenangan bagi Trump. Kebaktian ini disiarkan melalui Facebook. Saat mendoakan Trump, White meminta "bantuan malaikat" dari benua Afrika dan Amerika Selatan.

Ia juga terdengar berbicara dengan menggunakan bahasa roh saat mendoakan kemenangan Trump. "Saya mendengar suara kemenangan, Tuhan berkata itu sudah selesai," kata White, saat memimpin doa, seperti dilansir dari USA Today, Sabtu (7/11).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved