Camat Kalidoni Palembang Rogoh Kocek Sewa Penjaga 'TPS Dadakan'

menyewa seorang penjaga khusus yang mengawasi lokasi tempat dimana oknum warga kerap membuang sampah sembarangan.

Tayang:
Editor: Refly Permana
sripoku.com/refly permana
Satu unit truk sedang berhenti di depan tempat yang kerap dijadikan TPS di Jalan Brigjen Hasan Kasim, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Camat Kalidoni, M Rama Putra Jaya, mengatakan hingga saat ini persoalan sampah yang dibuang sembarangan oleh oknum warga belum teratasi. Selain karena kurangnya kesadaran dari mereka yang melakukan, sebab lainnya karena belum memadainya peralatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh Kecamatan Kalidoni.

Rama, yang dihubungi pada Selasa (3/10/2020), mengatakan sudah beberapa cara dilakukan pihaknya untuk menumbuhkan kesadaran warga supaya membuang sampah pada tempatnya. Salah satunya, menyewa seorang penjaga khusus yang mengawasi lokasi tempat dimana oknum warga kerap membuang sampah sembarangan.

Baca juga: Mengenal Joe Biden, Capres Amerika Serikat 2020 Penantang Donald Trump, Istrinya Bukan Orang Biasa!

Cara ini, dikatakan Rama, bisa dikatakan efektif karena setiap kali ada penjaga tidak terlihat ada warga yang membuang sampah. Tetapi, setiap kali penjaga yang ditugaskan sedang tidak ada di lokasi, keesokan harinya akan terlihat lagi tumpukan sampah di 'TPS dadakan' tersebut.

Rama menduga, melihat situasi itu, bisa dikatakan kesadaran warga yang sering membuang sampah tidak pada tempatnya belum sepenuhnya ada.

"Sementara kita dari pihak kecamatan tidak bisa setiap hari membayar penjaga untuk mengawasi lokasi yang sering dijadikan tempat membuang sampah," kata Rama.

Baca juga: Ibu Kandung Tega Habisi Anak Sendiri karena Takut Hubungan Gelapnya dengan Majikan Diketahui Suami

Cara lainnya, Rama mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih aktif memberikan sosialisasi dan edukasi supaya warga tidak membuang sampah sembarangan.

Mulai dari dampak negatif hingga sanksi dari membuang sampah sembarangan sudah disampaikan kepada warga baik secara door to door, setiap kali ada acara, hingga teguran per individu.

Diakui Rama, pihaknya cukup kesulitan untuk mengatasi persoalan 'TPS dadakan' di wilayah Kecamatan Kalidoni ini. Idealnya, Rama mengatakan, satu kelurahan setidaknya memiliki satu TPS. Akan tetapi, di wilayah salah satu kecamatan yang ada di Palembang ini, sejauh ini baru memiliki satu TPS resmi.

Salah satu lokasi yang sering dijadikan TPS dadakan di Jalan Taqwa Mata Merah, Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni, Palembang.
Salah satu lokasi yang sering dijadikan TPS dadakan di Jalan Taqwa Mata Merah, Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni, Palembang. (sripoku.com/refly permana)

Baca juga: Bagus Warga Muratara Kaget Kontrakan Jadi Tempat Jual Sabu, Setahunya Si Penghuni Orang Baik

"Lokasinya ada di Kelurahan Kalidoni, yang sekarang juga dijadikan TPS 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle)," kata salah satu camat muda di Palembang itu.

Bukan diam saja, Rama mengungkapkan, pihaknya sudah mengajukan bantuan ke Pemerintah Kota Palembang. Entah itu kontainer sebagai tempat penampung sampah maupun SDM, hingga saat ini belum ada realisasi dari pihak Pemkot Palembang.

Maka sebab itu, dikatakan Rama, pihaknya terpaksa mengeluarkan dana pribadi untuk menugaskan penjaga di lokasi 'TPS dadakan' sebagai upaya setidaknya mengurangi timbunan sampah di lokasi itu. Sembari tentunya menumbuhkan kesadaran dari para warga itu sendiri.

Baca juga: Penyair Amal Hamzah Kembali Menghadirkan Sebuah Puisi Pendek Indah Menanya Diri dengan Judul Dara

Rama meyakini, warga yang kerap membuang sampah tidak pada tempatnya bukan warga Kecamatan Kalidoni. Pasalnya, dua lokasi rawan pembuangan sampah sembarangan di Kecamatan Kalidoni merupakan wilayah perbatasan kabupaten dan kecamatan.

Adapun warga Kalidoni, Rama mengatakan, mayoritas sudah memiliki petugas pengangkut sampah harian yang setiap hari mengangkut sampah ke masing-masing rumah.

"Jalan Taqwa Mata Merah dan Jalan Brigjen Hasan Kasim merupakan dua lokasi yang masih sering ditemukan 'TPS dadakan'. Kalau di Mata Merah, itu berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin, sementara lokasi satunya berbatasan dengan kecamatan lain," kata Rama.

Baca juga: Hari Ini MK Mulai Menyiidangkan Gugatan Uji Materiil UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

Adapun oknum warga yang membuang sampah di 'TPS dadakan' ini, Rama mengatakan, mereka yang biasanya tidak turun dari kendaraan. Caranya, mereka melemparkan sampah dari kendaraan sembari terus berlalu meninggalkan lokasi.

Sebab itu, begitu sulit mengidentifikasi siapa-siapa oknum warga yang sudah merusak keindahan wajah Kecamatan Kalidoni tersebut.

Dari Pemkot Palembang sendiri, Rama mengungkapkan, sebenarnya persoalan sampah sudah menjadi salah satu skala prioritas. Tidak main-main, sudah ada peraturan dimana warga yang membuang sampah sembarangan bisa dikenakan sanksi denda hingga pidana.

Malah, di sejumlah lokasi, ditempatkan CCTV untuk memantau lokasi yang kerap dijadikan 'TPS dadakan'.

Baca juga: Kemakan Karma, Dulu Bersumpah tak Mau Harta Istrinya, Teddy Mendadak Desak Sule Berikan Warisan Lina

"Namun, praktik di lapangan sulit, termasuk untuk kami dari kecamatan. Karena, yang boleh menangkap itu hanya Sat Pol PP, kita hanya bisa melaporkan," kata Rama.

Di Kalidoni sendiri, ungkap Rama, ada satu lokasi yang sudah dipasangi CCTV. Akan tetapi, CCTV itu bukan bantuan dari pemkot atau milik kecamatan, melainkan milik warga setempat yang sukarela meletakkan CCTV sedikit lebih dekat dengan lokasi 'TPS dadakan'.

Pantauan di lokasi, 'TPS dadakan' oleh para oknum warga ini ada di tepi jalan sehingga siapa saja yang melintas bisa dengan jelas melihat dan mencium aroma sampah tersebut.

Salah satu titik di tepi Jalan Taqwa Meta Merah sudah dipasang spanduk besar bertuliskan sindiran bagi siapa saja yang hendak membuang sampah di lokasi tersebut. Spanduk ini dipasang di tempat yang biasa dijadikan 'TPS dadakan'.

Baca juga: Donald Trump Bikin Ulah: Kalah dalam Pilpres Tak Mau Tinggalkan Gedung Putih? Benarkah Demikian

Sebenarnya, sudah jauh berkurang titik yang dijadikan 'TPS dadakan' di wilayah Jalan Taqwa Mata Merah jika dibandingkan sekitar lima tahun silam.

Saat ini, hanya satu titik yang masih sering dijadikan tempat warga membuang sampah, sementara pada lima tahun silam bisa ditemui setidaknya lima titik tumpukan sampah di tepi jalan menuju Lapas Mata Merah ini.

"Kalau tengah hari seperti sekarang, tumpukan sampahnya tidak terlihat karena sudah diangkut. Kalau mau lihat yang sedang banyak, bisa pagi atau sore hari," kata Tina, seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi 'TPS dadakan' di Jalan Taqwa Mata Merah.

Sedangkan di Jalan Brigjen Hasan Kasim, tumpukan sampah masih terlihat hingga siang hari. Saat didatangi di lokasi, masih terlihat satu unit mobil truk dan tiga orang sedang memindahkan tumpukan sampah ke dalam bak truk berwarna kuning tersebut.

Biasanya, di lokasi ini, sampah berupa kantong plastik bisa terlihat berserakan tepat di tepi jalan.

"Kalah di Jalan Brigjen Hasan Kasim itu, ada satu lahan kosong yang dijadikan warga tempat membuang sampah. Padahal, lokasi itu bukanlah TPS resmi," kata Rama.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved