Camat Kalidoni Palembang Rogoh Kocek Sewa Penjaga 'TPS Dadakan'

menyewa seorang penjaga khusus yang mengawasi lokasi tempat dimana oknum warga kerap membuang sampah sembarangan.

Tayang:
Editor: Refly Permana
sripoku.com/refly permana
Satu unit truk sedang berhenti di depan tempat yang kerap dijadikan TPS di Jalan Brigjen Hasan Kasim, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni. 

Sebab itu, begitu sulit mengidentifikasi siapa-siapa oknum warga yang sudah merusak keindahan wajah Kecamatan Kalidoni tersebut.

Dari Pemkot Palembang sendiri, Rama mengungkapkan, sebenarnya persoalan sampah sudah menjadi salah satu skala prioritas. Tidak main-main, sudah ada peraturan dimana warga yang membuang sampah sembarangan bisa dikenakan sanksi denda hingga pidana.

Malah, di sejumlah lokasi, ditempatkan CCTV untuk memantau lokasi yang kerap dijadikan 'TPS dadakan'.

Baca juga: Kemakan Karma, Dulu Bersumpah tak Mau Harta Istrinya, Teddy Mendadak Desak Sule Berikan Warisan Lina

"Namun, praktik di lapangan sulit, termasuk untuk kami dari kecamatan. Karena, yang boleh menangkap itu hanya Sat Pol PP, kita hanya bisa melaporkan," kata Rama.

Di Kalidoni sendiri, ungkap Rama, ada satu lokasi yang sudah dipasangi CCTV. Akan tetapi, CCTV itu bukan bantuan dari pemkot atau milik kecamatan, melainkan milik warga setempat yang sukarela meletakkan CCTV sedikit lebih dekat dengan lokasi 'TPS dadakan'.

Pantauan di lokasi, 'TPS dadakan' oleh para oknum warga ini ada di tepi jalan sehingga siapa saja yang melintas bisa dengan jelas melihat dan mencium aroma sampah tersebut.

Salah satu titik di tepi Jalan Taqwa Meta Merah sudah dipasang spanduk besar bertuliskan sindiran bagi siapa saja yang hendak membuang sampah di lokasi tersebut. Spanduk ini dipasang di tempat yang biasa dijadikan 'TPS dadakan'.

Baca juga: Donald Trump Bikin Ulah: Kalah dalam Pilpres Tak Mau Tinggalkan Gedung Putih? Benarkah Demikian

Sebenarnya, sudah jauh berkurang titik yang dijadikan 'TPS dadakan' di wilayah Jalan Taqwa Mata Merah jika dibandingkan sekitar lima tahun silam.

Saat ini, hanya satu titik yang masih sering dijadikan tempat warga membuang sampah, sementara pada lima tahun silam bisa ditemui setidaknya lima titik tumpukan sampah di tepi jalan menuju Lapas Mata Merah ini.

"Kalau tengah hari seperti sekarang, tumpukan sampahnya tidak terlihat karena sudah diangkut. Kalau mau lihat yang sedang banyak, bisa pagi atau sore hari," kata Tina, seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi 'TPS dadakan' di Jalan Taqwa Mata Merah.

Sedangkan di Jalan Brigjen Hasan Kasim, tumpukan sampah masih terlihat hingga siang hari. Saat didatangi di lokasi, masih terlihat satu unit mobil truk dan tiga orang sedang memindahkan tumpukan sampah ke dalam bak truk berwarna kuning tersebut.

Biasanya, di lokasi ini, sampah berupa kantong plastik bisa terlihat berserakan tepat di tepi jalan.

"Kalah di Jalan Brigjen Hasan Kasim itu, ada satu lahan kosong yang dijadikan warga tempat membuang sampah. Padahal, lokasi itu bukanlah TPS resmi," kata Rama.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved