Berita Palembang

Peringatan Dini dari BMKG, 12 Wilayah di Sumsel Ini Memiliki Risiko Terjadi Bencana Tanah Longsor

Curah hujan yang diprakirakan di atas normal, mengakibatkan terdapat 12 wilayah kabupaten atau kota di Sumsel yang memiliki risiko gerakan tanah

Penulis: maya citra rosa | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ALAN Nopriansyah
Ilustrasi : Bencana longsor yang menutup akses jalan Desa Gunung Raya, tepatnya di lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Kecamatan Warkur Ranau Selatan (WRS) Sabtu (9/5/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Curah hujan yang diprakirakan di atas normal, mengakibatkan terdapat 12 wilayah kabupaten atau kota di Sumsel yang memiliki risiko gerakan tanah atau tanah longsor selama bulan November 2020.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Andiani dalam rilis yang diterima, Selasa (3/11/2020) mengatakan bahwa dalam upaya mitigasi risiko gerakan tanah dan membangun kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat untuk menghadapi ancaman gerakan tanah atau tanah longsor.

Baca juga: BMKG Ungkap Banjir Bandang Ancam Wilayah Sumsel Barat 2,5 Juta Jiwa Terancam Ini Data Wilayahnya

Baca juga: Cerita Keluarga Korban Tambang Ilegal yang Longsor: Rela Diupah Rp 1.200 Per Karung Demi

Sehingga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menerbitkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi terjadi gerakan tanah atau tanah longsor di Sumsel pada Bulan November 2020.

Peta tersebut disusun berdasarkan hasil tumpang susun atau overlay antara peta zoja kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan yang diperoleh dari BMKG.

"Peta ini dirujuk sebagai peringatan dini bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi adanya gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," ujarnya.

Gerakan tanah yang dikhawatirkan berstatus gerakan tanah menengah, artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah ang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan.

Baca juga: Video: Korban Terkubur Sedalam 8 Meter, Tanah Tiba-tiba Longsor Timbun Penambang Batu Bara Muaraenim

Sedangkan daerah yang berpotensi tinggi gerakan tanah, dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Berikut ini wilayah yang berpotensi gerakan tanah menengah hingga tinggi di kabupaten atau kota di Sumsel:

1. Empat Lawang

  • Menengah: Gerakan di wilayah ini berpotensi menengah hingga tinggi terdapat di wilayah Pendopo Barat.
  • Menengah-Tinggi: Lintang Kanan, Muara Pinang, Pasemah Air Keruh, Pendopo, Saling, Sikap Dalam, Talang Padang, Tebing Tinggi, Ulu Musi

2. Lahat

  • Menengah : Berpotensi di wilayah kecamatan Kikim Barat, Kikim Tengah, Kikim Timur, Lahat, Merapi Tengah, Merapi Timur.
  • Menengah-Tinggi: Gumay, Jarai, kikim Selatan, Kota Agung, Merapi Selatan, Muara Payang, Mulak Ulu, Pagar Gunung, Pajar Bulan, Pseksu, Suka Merindu, Tanjung Tebat.
  • Tinggi: Tanjung Saktipumi, Tanjung Sakti Pumu

3. Lubuk Linggau

  • Menengah: Lubuk Linggau Barat (I dan II), Lubuk Linggau Selatan (I dan II), Lubuk Linggau Timur (I dan II) dan Lubuk Linggau Utara (I dan II).

4. Muara Enim

  • Menengah : Gunung Megang, Muara Enim, Rambang, Rambang Dangku, Ujan Mas
  • Menengah-Tinggi: Lawang Kidul, Lubai Ulu, Semende Darat Tengah, Ulu, Laut, dan Tanjung Agung

5. Musi Banyuasin

  • Menengah: Batanghari Leko, Bayung Lencir, Plakat Tinggi, Sanga Desa, Sungai Keruh.

6. Musi Rawas

  • Menengah: Megang Sakti, Muara Beliti, Muara Lakitan, Purwodadi, Sumberharta, Tiang Pumpung Kepungut, Tuah Negeri, Tugu Mulyo.
  • Menengah-Tinggi: Selangit dan Suku Tengah Lakitan Ulu Terawas.
Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved